TOP 5, Pernyataan Yasonna Menuai Kritik dan Ungkapan Kesedihan Pangeran Harry

Ahmad Islamy Jamil ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 20:20 WIB

JAKARTA, iNews.id - TOP 5 iNews.id pekan ini diisi oleh sejumlah berita menarik dari dalam negeri dan mancanegara. Di posisi pertama, ada berita tentang kontroversi pernyataan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly yang mengidentikkan anak-anak Tanjung Priok dengan perbuatan kriminal.

Dalam kunjungannya ke Lapas Narkotika Kelas IIA Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (16/1/2020), politikus PDIP itu menyebut kemiskinan adalah sumber tindakan kriminal. Dalam sambutannya ketika itu, Yasonna mencontohkan bahwa anak yang lahir dari kawasan Tanjung Priok yang terkenal keras dan Menteng yang terkenal sebagai kawasan elite, akan tumbuh besar dengan cara berbeda.

Tak pelak, pernyataan Yasonna menuai kritik keras. Salah satu kritik itu datang dari politikus Partai NasDem Ahmad Sahroni. Sebagai legislator asal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sahroni mengingatkan agar Yasonna lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan, terutama karena sang menteri adalah sosok pejabat publik.

Di urutan kedua, ada berita tentang Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang memperkenalkan 22 pejabat baru di lingkungan kementerian yang dia pimpin. Para pejabat baru itu terdiri atas 13 penasihat menteri dan Sembilan anggota Komisi Pemangku Kepentingan dan Konsultasi Publik Kelautan dan Perikanan.

Perkenalan itu disampaikan Menteri Edhy saat membuka Rapat Koordinasi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (20/1/2020). Edhy menuturkan, pengangkatan para pejabat baru itu dilakukan agar langkah KKP membangun sektor kelautan dan perikanan tidak salah arah.

Berikutnya di posisi ketiga, ada berita tentang kesepakatan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dengan DPR untuk menghapus tenaga kerja honorer. Dengan begitu, instansi pemerintah hanya diisi pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai pemerintah perjanjian kerja (PPPK).

Kesepakatan tersebut diperoleh dari hasil rapat kerja (raker) Menpan RB Tjahjo Kumolo bersama Komisi II DPR, Senin (20/1/2020). Dalam raker ini, ada lima kesimpulan. Salah satunya Komisi II DPR bersama Kemenpan-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) sepakat untuk menghapus tenaga honorer, pegawai tetap, pegawai tidak tetap, dan lainnya dari organisasi kepegawaian pemerintah.

Di urutan keempat, ada cerita tentang ungkapan perasaan Pangeran Harry saat harus melepaskan gelar kerajaan sebagai bagian dari penyelesaian keluarnya dia bersama istri dan anaknya dari Kerajaan Inggris. Harry mengaku sedih setelah dia dan Meghan, sang istri, memutuskan mengundurkan diri dari kapasitas sebagai anggota senior keluarga Kerajaan Inggris. Keduanya resmi mundur sebagai anggota senior kerajaan pada 8 Maret 2020.

Pengunduran diri itu membuat Harry dan Meghan kehilangan sokongan dana publik dan harus membayar pajak sebesar 2,4 juta poundsterling atau sekitar Rp42 miliar, yang dihabiskan untuk merenovasi rumah mereka di Frogmore Cottage, yang berada dekat Kastil Windsor. Istana Buckingham juga menyatakan, Harry dan Meghan berhenti menggunakan gelar kebesaran kerajaan, termasuk gelar HRH (His/Her Royal Highness HRH) atau Yang Mulia karena mereka tidak lagi bekerja sebagai anggota keluarga kerajaan.

Sementara di posisi kelima TOP 5 iNews.id pekan ini, ada berita kematian seorang pekerja seks perempuan berusia 69 tahun di Australia, Sabtu (18/1/2020). Perempuan itu ditemukan tewas di unit tempat tinggalnya di Sydney Timur.

Perempuan tunasusila bernama Kimberley McRae, yang juga memiliki beberapa nama samaran lain, itu hidup sendirian di Mount Street, Coogee, sekitar 8,2 kilometer dari pusat Kota Sydney. Kepolisian Metro Sydney menyelidiki seluruh detail terkait dengan kematiannya.

Video Editor: Muarif Ramadhan
Cameraman: Jemmy Jassin

Editor : Tuty Ocktaviany

Bagikan Artikel: