TOP 5, Positivity Rate Covid-19 di Jakarta Melonjak dan Hagia Sophia Terbuka bagi Pengunjung Non-Muslim

Tuty Ocktaviany ยท Jumat, 17 Juli 2020 - 18:50 WIB

JAKARTA, iNews.id – Masyarakat Indonesia, khususnya DKI Jakarta jangan anggap remeh Covid-19 yang belum reda hingga kini. Pasalnya, positivity rate virus corona di Jakarta melonjak dua kali lipat menjadi 10,5 persen. Sebelumnya, angka tersebut sepanjang Juni tidak pernah mencapai lima persen.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, 4-10 Juni 2020 sebanyak 21.197 orang di tes Covid-19 dan positivity rate mencapai 4,4 persen. Kemudian, 11-17 Juni 2020, sebanyak 27.091 orang dites dengan tingkat positivity rate 3,1 persen dan 18-24 Juni sebanyak 29.873 orang yang dites dengan positivity rate 3,7 persen.

"Kemudian 25 Juni-1 Juli ada 31.085 orang yang dites PCR, positivity ratenya 3,9 persen. Lalu 2-8 Juli ada 34.007 orang positivity ratenya 4,8 persen. Tapi hari ini angka positivity rate menjadi 10,5 persen melonjak dua kali lipat," ujar Anies secara virtual di Jakarta, Minggu (12/7/2020).

Kenaikan ini menjadi perhatian serius masyarakat dan menempati posisi pertama iNews.id TOP 5. Anies juga mengingatkan pandemi Covid-19 belum berlalu dan warga Jakarta diimbau lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan wabah virus tersebut.

Posisi kedua, ditempati topik pencopotan Karokorwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo oleh Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Hal itu terkait dengan surat jalan buron kasus korupsi Djoko Tjandra.

Pencopotan tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/1980/VII/KEP./2020 tertanggal 15 Juli 2020. Surat ditandatangani Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Sutrisno Yudi Hermawan.

Dalam telegram ini, Prasetijo dimutasi sebagai Perwira Tinggi (Pati) Yanma Polri dalam rangka pemeriksaan.

“Komitmen Kapolri Kakorwas PPNS BJP PU dicopot dari jabatannya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Rabu (15/7/2020).

Sementara itu, posisi ketiga terkait fungsi Hagia Sophia yang diubah dari museum menjadi masjid, namun tetap menerima kunjungan dari semua agama.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Turki Hami Aksoy memastikan identitas Hagia Sophia sebagai warisan budaya bagi umat manusia tetap terjaga.

"Hagia Sophia akan terus merangkul semua orang dengan status barunya, melestarikan warisan budaya bersama umat manusia," kata Aksoy, dikutip dari Anadolu, Selasa (14/7/2020).

Dalam pertemuan Dewan Urusan Luar Negeri Uni Eropa (EU) di Brussel, Belgia, Senin lalu, Aksoy menegaskan status Hagia Sophia merupakan urusan dalam negeri dan tidak ada yang bisa mengganggu hak kedaulatan Turki.

Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya mengumumkan salat pertama akan digelar di Hagia Sophia pada 24 Juli 2020, menyusul keputusan pengadilan yang mencabut status bangunan dari abad keenam itu sebagai museum pada Jumat lalu.

Soal keseriusan polisi mengungkap kasus pembunuhan editor Metro TV Yodi Prabowo menjadi perhatian masyarakat dan menempati posisi empat TOP 5. Salah satunya dengan memeriksa kamera pengintai (CCTV) yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, selain CCTV di sekitar TKP, polisi juga mencari kamera pengawas lainnya yang kemungkinan bisa memberi petunjuk dalam kasus tersebut.

"Kita sudah mengambil CCTV yang ada di pinggir jalan tol," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Senin (13/7/2020).

Menurutnya, isi rekaman CCTV sedang didalami penyidik. Dia berharap segera menemukan titik terang dalam pengungkapan kasus tersebut.

Kemudian di posisi kelima, terkait kasus dugaan prostitusi yang dilakukan aktris FTV Hana Hanifah (HH). Dia untuk pertama kalinya menyampaikan pernyataan kepada awak media di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara, Selasa (14/7/2020).

HH meminta maaf kepada kedua orangtua, kerabat dan seluruh warga Kota Medan. Dia menyampaikan terima kasih kepada Kapolda Sumatera Utara, Kapolres dan Satreskrim. Dia menegaskan hanya berstatus sebaga saksi.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang tersangka. Keduanya berinisial J dan R diduga berperan sebagai muncikari. Sementara pria berinisial A teman kencan HH hanya ditetapkan sebagai saksi.

Video Editor: Muarif Ramadhan
Cameraman: Dharma Pandularas

Editor : Tuty Ocktaviany