TOP 5, Sumpah Ilmuwan China terkait Virus Korona dan Ini Isi 3 Wasiat Gus Sholah

Tuty Ocktaviany ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 17:01 WIB

JAKARTA, iNews.id – Wabah virus korona semakin meluas di 28 negara dan kini sudah merenggut 636 nyawa di China. Ilmuwan Institut Virologi Wuhan, Akademi Ilmu Pengetahuan China, Shi Zhengli pun membantah teori konspirasi yang beredar seputar mewabahnya virus korona baru (nCov-2019).

Isu yang sempat berkembang, wabah itu disebabkan kebocoran dari fasilitas laboratorium mikrobiologi di institut tersebut. Pemberitaan tersebut paling banyak mendapatkan perhatian dan menempati posisi pertama di iNews.id TOP 5.

Dalam penjelasannya di media sosial, Shi menegaskan virus korona murni dari alam. "Alam menghukum kebiasaan manusia yang tidak beradab," ujarnya, dikutip dari China Daily, Senin (3/2/2020).

Sementara kunjungan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto ke Natuna, Kepulauan Riau, menempati posisi kedua. Mereka menengok WNI yang belum lama ini tiba dari Wuhan, China.

Prabowo bersama Terawan dan rombongan mendarat di Bandara Raden Sadjad pukul 11.45 WIB, Rabu (5/2/2020). Mereka sebelumnya terbang dari Jakarta menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara.

Prabowo tampak mengenakan safari krem yang menjadi ciri khasnya, sementara Terawan mengenakan kemeja putih. Mereka disambut Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya ) TNI Yudo Margono, Bupati Natuna Hamid Rizal dan jajaran pejabat daerah.

Di posisi ketiga, soal Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang melakukan mutasi besar-besaran terhadap 665 perwira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) melalui surat telegram dari Kapolri Jenderal Idham Aziz, Senin (3/2/2020). Tercatat ada delapan kepala kepolisian daerah (kapolda) yang dimutasi.

Yang pertama adalah Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono yang dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri. Posisinya digantikan Irjen Pol Remigius Sigid Tri Hardjanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara.

Sementara itu untuk mengisi posisi Kapolda Sulut, Kapolri menunjuk Irjen Pol Royke Lumowa yang sebelumnya menjabat Kapolda Maluku. Posisi Royke Lumowa pun digantikan oleh Brigjen Pol Baharudin Djafar yang sebelumnya merupakan Kapolda Sulawesi Barat. Brigjen Pol Eko Budi Sampurno yang sebelumnya menjabat Karojakstra Srena Polri ditunjuk sebagai Kapolda Sulbar.

Kemudian Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Baharkam Polri. Posisinya digantikan Irjen Pol Firman Shantyabudi yang sebelumnya ditugaskan Polri sebagai PD PPATK.

Kemudian meninggalnya pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, KH Salahudin Wahid (Gus Sholah) menempati posisi keempat. Almarhum meninggalkan tiga wasiat penting sebelum wafat dan disampaikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat memberikan sambutan dalam prosesi pemakaman Gus Sholah di Kabupaten Jombang, Senin (3/2/2020).

Tiga wasiat itu antara lain, pertama, mengembangkan pendidikan pesantren Tebuireng lebih maju, menjadikan Rumah Sakit Tebuireng sebagai rumah sakit modern dan mendirikan bank syariah yang punya maslahat besar bagi masyarakat.

“Tiga mandat itu sering disampaikan Gus Sholah setiap kali bertemu saya. Maka mudah-mudahan ini bisa terlaksana,” kata Khofifah.

Tak hanya itu, Gus Sholah juga mengatakan bahwa bangsa Indonesia punya rumah (PR) besar, yakni persatuan. “Beliau menyampaikan itu tiga kali. PR kita adalah persatuan, PR kita adalah persatuan, PR kita adalah persatuan,” kata Khofifah menirukan pesan Gus Sholah.

Khofifah begitu emosional saat menyampaikan tiga wasiat Gus Sholah tersebut. Bahkan di akhir sambutan, tangis Khofifah pecah hingga tak kuasa melanjutkan sambutannya.

“Selamat jalan Gus Sholah. Selamat bertemu di jannah. Di surganya Allah bersama orang-orang saleh,” katanya sambil terisak.

Kemudian penangkapan ibu rumah tangga, Zikria Dzatil (43) oleh jajaran Polrestabes Surabaya karena menghina Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, menempati posisi empat. Ketua RT setempat, Komar, menyebut penangkapan tersebut sempat berjalan alot.

"Ada bersitegang, satu jam lebih," kata Komar di Perumahan Mutiara Bogor Raya Katulampa, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2/2020).

Komar menyebut, dalam kesehariannya Zikria merupakan warga yang baik. Zikria diketahui berjualan sembako.

"Ibu rumah tangga biasa, di rumah jualan sembako. Dengan warga aktif komunikasi. Baik kalau donasi di masjid, gampang diminta. Ta'jil atau apa," kata Komar.

Tersangka dijerat dengan Pasal Ujaran Kebencian yakni, Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho mengatakan, dari hasil penyelidikan, penyidikan serta keterangan 16 saksi dan bukti-bukti kuat tersangka telah melakukan perbuatan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap seseorang di media sosial.

Video Editor: Muarif Ramadhan
Cameraman: Dharma Pandularas

Editor : Tuty Ocktaviany

Bagikan Artikel: