Ia menambahkan, kasus ini tidak boleh dilihat sekadar dari jumlah korban. Bagi Nanik, sakitnya satu anak pun sudah merupakan tanggung jawab besar bagi pihak pelaksana. “Ini bukan masalah angka, tetapi satu nyawa pun, satu anak pun sakit. Itu adalah menjadi tanggung jawab kami, adalah kesalahan kami sebagai pelaksana untuk harus memperbaikinya secara total,” tegasnya.
Kasus Keracunan MBG, 40 Dapur SPPG Ditutup BGN karena Diduga Langgar SOP
Nanik juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh anak-anak dan orang tua di Indonesia. Ia berjanji kejadian serupa tidak akan terulang. “Sekali lagi kepada anak-anak saya yang tercinta di seluruh Indonesia dan juga para orang tua, saya mohon maaf atas nama BGN dan berjanji tidak akan terjadi lagi,” ujarnya.
Lebih jauh, Nanik meminta dukungan masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya dapur makan bergizi (MB) di berbagai daerah. Ia memastikan pengawasan kini akan dilakukan secara ketat selama 24 jam. “Kami juga mohon dukungan kepada semua pihak. Untuk berikutnya saya mohon kepada masyarakat ikut mengawasi jalannya dapur MB selama 24 jam. Silakan mengadukan apa yang terjadi dengan dapur-dapur di tempat Ibu-ibu sekalian,” pungkasnya.
Sambil Menangis, Wakil Kepala BGN Minta Maaf kepada Orang Tua Siswa Atas Keracunan Massal
Editor: Komaruddin Bagja