1.000 Yahudi Dilarang Masuk Ukraina, Ada Apa?

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 16 September 2020 - 18:43 WIB
1.000 Yahudi Dilarang Masuk Ukraina, Ada Apa?

Kelompok Yahudi Hasidim yang juga dikenal sebagai kaum ultraortodoks. (Foto: AFP)

KIEV, iNews.id – Lebih dari seribu orang Yahudi Hasidim berkumpul di perbatasan Ukraina-Belarusia, Rabu (16/9/2020). Rombongan besar—yang sebagian di antaranya juga terdapat anak-anak—itu ditolak masuk ke Ukraina karena adanya kebijakan pembatasan virus corona (Covid-19).

Biasanya, puluhan ribu orang Hasidim melakukan perjalanan ke Kota Uman di Ukraina Tengah, setiap Tahun Baru Yahudi. Mereka datang ke kota itu untuk menziarahi makam Rabi Nachman, pendiri gerakan Breslov Hasidimc. Pada tahun ini, Tahun Baru Yahudi dirayakan pada 18-20 September.

Para peziarah tetap berangkat ke Uman tahun ini, meskipun Pemerintah Ukraina dan Israel pada bulan lalu telah meminta orang-orang Yahudi Hasidim untuk tidak melakukan perjalanan ke kota berpenduduk 80.000 jiwa itu. Para peziarah tersebut berasal dari Israel dan sejumlah negara lain.

Otoritas di Kiev telah melarang orang-orang asing memasuki negara itu hingga akhir September, menyusul lonjakan infeksi virus corona di Ukraina. Seorang juru bicara penjaga perbatasan Ukraina, Andriy Demchenko mengatakan, ada sekitar 1.000 orang Yahudi berkumpul di titik penyeberangan perbatasan dengan Belarusia.

“Saat ini, situasi tidak memungkinkan kami untuk mengizinkan tambahan jumlah orang Yahudi Hasidim untuk masuk ke Ukraina,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Ukraina, Yevgeniy Yenin, kepada saluran TV Ukraina 24, seperti dikutip kembali AFP, Rabu (16/9/2020).

Yenin mengatakan, para peziarah akan diberikan makanan dan perlengkapan medis yang layak. Ratusan polisi dikerahkan di sisi perbatasan Ukraina di wilayah Chernigiv Utara. Mereka bermalam di tenda-tenda milik tentara, seorang koresponden AFP melaporkan dari tempat kejadian.

“Tidak ada provokasi, tidak ada situasi yang tegang sejak kemarin,” kata Demchenko.

Sementara, Dinas Penjaga Perbatasan Belarusia melaporkan, ada 1.064 orang yang berusaha menyeberang ke Ukraina sejak Senin (14/9/2020) lalu. Di antara rombongan Yahudi itu, terdapat 242 anak-anak.

Sebagai bantuan darurat, instansi itu mengklaim telah menyediakan makanan dan tenda hangat bagi para peziarah yang tertahan di perbatasan. Sementara, para peziarah Yahudi ultraortodoks itu mengeluh karena dibiarkan kedinginan dan kelaparan di udara terbuka.

Ukraina sejauh ini telah melaporkan lebih dari 162.000 kasus infeksi virus corona dan lebih dari 3.340 kematian akibat wabah asal itu.

Editor : Ahmad Islamy Jamil