2.000 Muslim Rohingya Akan Dipulangkan ke Myanmar pada November
Saat bersamaan, pemerintah Bangladesh kembali memberikan daftar baru berisi 24.342 nama pengungsi yang siap dipulangkan pada periode selanjutnya.
Sementara itu, seorang perwakilan pengungsi Rohingya, Abdul Hakim, mengaku tak yakin akan pulang ke negaranya. Menurut dia, kondisi di Myanmar belum kondusif bagi muslim Rohingya.
"Kami lebih baik mati di kamp Bangladesh. Kami tidak akan kembali sebelum ada jaminan kewarganegaraan atau usaha pemulihan hak-hak kami," tutur Abdul Hakim.
Kecurigaan tidak hanya datang dari pengungsi Rohingya, Oxfam, salah satu organisasi non-profit yang berbasis di Inggris menyatakan kecurigaannya terhadap pemerintah Myanmar.
"Hal ini sangat mengkhawatirkan, etnis Rohingya kemungkinan besar mengalami perlakuan keji," ujar juru bicara Oxfam, Rachael Reilly.
PBB juga mengingatkan Myanmar bahwa pemulangan pengungsi Rohingya harus bersifat sukarela, bukan paksaan.
Rencana pemulangan pengungsi Rohingya sudah dimulai sejak akhir 2017, namun tidak pernah terlaksana.
Editor: Anton Suhartono