20 Orang Tewas Terinjak-injak saat Kebaktian di Gereja Tanzania

Nathania Riris Michico ยท Senin, 03 Februari 2020 - 10:33:00 WIB
20 Orang Tewas Terinjak-injak saat Kebaktian di Gereja Tanzania
Boniface Mwamposa, yang dikenal di antara para pengikutnya sebagai pendiri Arise and Shine Ministries Tanzania, menuangkan minyak suci ke tanah dan menyebabkan kekisruhan. (FOTO: doc. Tribune.net/AFP)

DAR ES SALAAM, iNews.id - Sebanyak 20 orang di Tanzania terinjak-injak hingga tewas dalam kebaktian di gereja Kristen evangelis terbuka di utara negara itu.

Komisioner distrik di Kota Moshi, Kippi Warioba, mengaku khawatir jumlah orang yang meninggal bisa meningkat dalam insiden yang terjadi Sabtu (1/3/2020).

"Sejauh ini, 20 orang tewas, tetapi jumlah korban jiwa bisa bertambah karena ada juga yang terluka," kata Warioba, kepada AFP, Senin (3/2/2020).

Setidaknya 16 orang lainnya terluka dalam insiden itu.

Tragedi itu terjadi ketika kerumunan jemaat menghadiri kebaktian doa pada Sabtu yang dipimpin oleh pengkhotbah populer, Boniface Mwamposa. Mwamposa mengepalai Arise and Shine Ministry Tanzania.

Penyerbuan itu terjadi ketika Mwamposa, yang menyebut dirinya "Rasul", menuangkan minyak suci di tanah, lalu kerumunan orang bergerak ke arah dia untuk menyentuhnya dengan harapan disembuhkan dari penyakit.

"Rasul Boniface Mwamposa menuangkan minyak urapan suci di tanah," kata seorang saksi mata, Jennifer Temu, kepada AFP.

"Puluhan orang segera terseret dan diinjak-injak, dan beberapa meninggal. Kami menghitung 20 orang tewas -tetapi ada juga yang terluka."

"Itu mengerikan, orang-orang menginjak-injak tanpa ampun, saling berdesakan dengan siku," kata saksi lain, Peter Kilewo.

"Rasanya seakan pengkhotbah melemparkan banyak uang dan ada banyak yang mati!"

Mwamposa, sang pengkhotbah, melarikan diri dari lokasi kejadian setelah kekisruhan itu. Polisi mengimbau dalam sebuah siaran di televisi nasional agar dia menyerahkan dirinya.

Pendeta itu ditangkap di kota pelabuhan Dar es Salaam pada Minggu (2/2/2020).

"Boniface Mwamposa berusaha melarikan diri setelah kejadian ini, tetapi ketika saya berbicara, dia ada di tangan polisi," ujar Menteri Dalam Negeri George Simbachawene.

Simbachawene mengatakan bahwa pengkhotbah itu memulai dengan memanggil kerumunan yang penuh sesak untuk meletakkan kaki mereka di tempat dia menuangkan minyak suci.

"Ini adalah kata-kata yang menyebabkan kematian ini," kata Simbachawene.

"Dia harus menjawabnya."

Kepala polisi Tanzania Simon Sirro, yang mengonfirmasi jumlah 20 orang yang tewas, mengatakan penyelidikan sedang berlangsung atas insiden tersebut.

Tujuh orang lainnya ditangkap di Moshi, tempat insiden terjadi.

Sirro juga mengatakan polisi juga akan melihat bagaimana organisasi gereja menangani acara kerumunan skala besar seperti itu secara umum.

Presiden John Magufuli mengeluarkan pernyataan berduka atas kematian 20 orang di Moshi, serta 20 lainnya yang tewas akibat banjir di wilayah Lindi, Tanzania, pekan ini.

"Saya sangat menyesal atas kematian warga Tanzania ini dalam dua peristiwa," kata Magufuli.

Editor : Nathania Riris Michico

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda