3 Tentara AS Tewas akibat Serangan Bom Bunuh Diri di Afghanistan

Nathania Riris Michico ยท Selasa, 09 April 2019 - 10:25 WIB
3 Tentara AS Tewas akibat Serangan Bom Bunuh Diri di Afghanistan

Tentara AS di Afghanistan. (FOTO: AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Tiga tentara Amerika Serikat (AS) dan satu pekerja terbunuh akibat ledakan bom rakitan di dekat Pangkalan Udara Bagram di Afghanistan, Senin (8/4). Selain empat korban tewas, Pentagon melaporkan ada tiga anggota layanan AS yang terluka.

Taliban mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Taliban menyatakan, seorang pengebom bunuh diri meledakkan kendaraan bermuatan bahan peledak di dekat pangkalan NATO di distrik Bagram, Provinsi Parwan.

Mereka yang terluka sudah dievakuasi dan menerima perawatan. Namun, nama-nama korban tewas belum akan diumumkan hingga keluarga terdekat dihubungi, sesuai kebijakan Departemen Pertahanan.

Ledakan maut itu berlangsung saat pemerintah Presiden AS Donald Trump -termasuk Zalmay Khalilzad, mantan duta besar AS untuk Afghanistan dan Irak- terlibat dalam pembicaraan damai dengan Taliban.

Kepala Eksekutif Abdullah Abdullah mengatakan mendukung upaya AS untuk melakukan gencatan senjata dengan Taliban, yang secara efektif mengendalikan setengah wilayah Afghanistan.

Abdullah Abdullah diketahui berbagi kekuasaan dengan Presiden Ashraf Ghani dalam pemerintahan persatuan di Afghanistan yang diperantarai AS.

Dalam Forum Ekonomi Dunia di Yordania, Minggu (7/4), Abdullah mengatakan Taliban dapat ikut serta dalam pemilihan umum dan bahkan bersaing menjadi presiden jika mereka meninggalkan aksi kekerasan dan teror.

"Rakyat Afghanistan menginginkan perdamaian, tetapi mereka tidak ingin hidup seperti yang diinginkan Taliban," kata Abdullah, seperti dilaporkan Fox News, Selasa (9/4/2019).

Taliban mengadakan pembicaraan dengan utusan AS dalam beberapa bulan terakhir sambil terus melakukan serangan harian terhadap pasukan Afghanistan. Mereka menolak pemerintah Afghanistan menjadi boneka AS.

Menurut Pentagon, tujuh tentara AS tewas akibat serangan di Afghanistan selama 2019. Sebanyak 13 orang terbunuh tahun lalu.

Pada 2010, 437 tentara AS tewas dalam pertempuran di sana.


Editor : Nathania Riris Michico