5 Alat Penyiksaan Paling Kejam untuk Tahanan, Ada yang Dibuat untuk Alat Vital Wanita

Tika Vidya Utami · Rabu, 26 Januari 2022 - 15:55:00 WIB
5 Alat Penyiksaan Paling Kejam untuk Tahanan, Ada yang Dibuat untuk Alat Vital Wanita
Alat Penyiksaan Paling Kejam untuk Tahanan, Breast Ripper. (Foto: Twitter)

JAKARTA, iNews.id - Alat-alat penyiksaan paling kejam untuk tahanan digunakan untuk memberikan efek jera, balas dendam, bahkan menyiksa atau membunuh secara perlahan. Di masa lalu, hukuman untuk orang yang bersalah, melakukan tindakan kriminal, apalagi tertangkap dalam peperangan, bukan sekadar dikurung di penjara, namun disiksa dengan begitu mengerikan. 

Terdapat beberapa alat menyeramkan untuk menyiksa tahanan yang jelas tidak manusiawi. Sebagian bahkan dibuat khusus untuk wanita.

Berikut lima alat penyiksaan paling kejam untuk tahanan:

1. Breast Ripper

Breast ripper merupakan alat yang digunakan untuk merobek payudara wanita. Alat ini digunakan pada abad pertengahan untuk menghukum  wanita yang melakukan perzinaan, aborsi, hingga memfitnah. Breast ripper terbuat dari besi. 

Sebelum digunakan, besi dipanaskan kemudian diletakkan di payudara. Setelah itu ditarik sampai merobek bagian sensitif tersebut. 

Dalam banyak kasus, tahanan kehilangan banyak darah hingga mengakibatkan kematian. 

2. The Rack

The rack berbentuk kayu besar persegi panjang. Cara penyiksaannya, korban diposisikan dalam keadaan telentang, kemudian kaki serta tangannya diikat pada masing-masing balok kayu.

Ketika kaki dan tangan sudah diikat, balok kayu tersebut diputar hingga ditarik ke atas serta ke bawah. Kaki serta tangan korban akan terus ditarik hingga mengakibatjan tulang patah bahkan terlepas dari tubuh.

Alat penyiksaan paling kejam untuk tahanan, The Rack. (Foto: wellcomecollection.org)
Alat penyiksaan paling kejam untuk tahanan, The Rack. (Foto: wellcomecollection.org)

The rack digunakan pada abad pertengahan untuk menyiksa tahanan perang agar membuatnya buka mulut, memberikan sejumlah informasi rahasia. Oleh karena itu alat ini digunakan secara perlahan.

Editor : Umaya Khusniah

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: