5 Mata-mata Wanita Paling Berbahaya di Perang Dunia 2
Bahkan setelah Perang Dunia II usai, Vera melibatkan diri dalam pencarian agen rahasia yang hilang selama masa perang, menginterogasi para tentara Nazi untuk mengetahui nasib dari para agen rahasia Inggris.
Awalnya, Virginia Hall hanyalah seorang pegawai administrasi di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Estonia.
Saudari Kim Jong Un Janji Korut Luncurkan Lebih Banyak Lagi Satelit Mata-Mata
Bosan mengurusi berbagai hal remeh temeh, Virginia mencoba peruntungan dengan melamar sebagai diplomat.
Sayang, lamarannya ditolak oleh Amerika hanya karena dia seorang perempuan, dan menyandang disabilitas.
Infografis PBB Kecam Peluncuran Satelit Mata-Mata Korut
Penolakan itu nyatanya membuat Virginia geram, dia pun mengundurkan diri dari kedutaan, pindah ke Prancis dan bekerja sebagai sopir ambulans. Setelah Perang Dunia II dimulai, Virginia kemudian pindah ke Inggris dan bekerja sebagai mata-mata.
Dengan berpura-pura menjadi reporter New York Post yang bernama Brigitte LeContre, Virginia kembali ke Prancis dan mengumpulkan informasi tentang Jerman untuk diberikan kepada Sekutu, bahkan membebaskan banyak tentara Sekutu dari penjara Jerman.