5 Mata-mata Wanita Paling Berbahaya di Perang Dunia 2
Karena ulahnya ini, Nazi bahkan menyebutnya sebagai "Mata-mata Sekutu paling berbahaya".
Sebelum Perang Dunia II, Nancy Wake adalah istri pengusaha kaya asal Prancis. Tapi, tidak seperti kebanyakan nyonya kaya raya, Nancy bukanlah sosok yang manja.
Saat perang dimulai, Nancy memutuskan untuk bekerja sebagai sopir ambulans, dan menghabiskan kekayaan yang dia dan suaminya miliki untuk mendukung para tentara Prancis.
Selama masa kerjanya sebagai mata-mata dari tahun 1939 hingga 1944, Nancy Wake membantu ratusan tentara Sekutu dan tahanan politik untuk melarikan diri ke Inggris, membantu pengiriman senjata, perbekalan, dan makanan untuk sekitar 7.000 tentara.
Sama seperti agen lainnya, Nancy juga menduduki daftar teratas sebagai buronan paling dicari oleh Nazi.
Saking inginnya menangkap Nancy, partai yang dipimpin oleh Adolf Hitler ini bahkan berjanji akan memberikan imbalan sebanyak 5 juta Franc pada siapa pun yang berhasil menangkapnya.
Tidak jauh berbeda dari Krystyna Skarbek, Noor Inayat Khan juga berasal dari keluarga terhormat. Ketika Perang Dunia I meletus, keluarga Khan pindah ke London sebelum akhirnya bermukim di Paris.