Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dewan Keamanan PBB Sahkan Resolusi Kecam Serangan Iran ke Negara Arab
Advertisement . Scroll to see content

7 Fakta Kematian George Floyd, Pemicu Demonstrasi Antirasial di Amerika Serikat

Senin, 01 Juni 2020 - 17:26:00 WIB
7 Fakta Kematian George Floyd, Pemicu Demonstrasi Antirasial di Amerika Serikat
Aksi unjuk rasa antirasial dipicu tewasnya pria kulit hitam George Floyd di Minneapolis (foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

“Malam ini, saya berbicara dengan Kellie Chauvin dan keluarganya. Dia sangat terpukul oleh kematian Floyd dan menyampaikan simpatinya pada keluarga korban, dengan orang-orang yang dicintainya (Floyd) dan dengan semua orang yang berduka atas tragedi ini,” kata pengacara Kellie dalam sebuah pernyataan yang diunggah di halaman Facebook dan laman web Kantor Hukum Sekula.

“Dia telah mengajukan permohonan pembubaran pernikahannya dengan Derek Chauvin,” ujar sang pengacara lagi.


4. Publik figur dunia ikut bersuara mendukung antirasial

Kematian George Floyd jadi viral di media sosial dengan tanda pagar #BlackLivesMatter dan #JusticeForGeorge. Lebih dari satu juta kicauan tercatat menentang aksi kekerasan berbau ras di Amerika Serikat.

Pesan antirasial juga disuarakan sejumlah publik figur dunia mulai dari musisi sampai olahragawan. Justin Bieber menuliskan kemarahan atas tewasnya Floyd.

"Ini harus dihentikan. Ini membuat saya benar-benar muak. Ini membuat saya marah, pria ini meninggal. Ini membuat saya sedih, rasisme adalah hal yang jahat, kita harus menggunakan suara kita! Tolong. Saya berduka George Floyd," demikian tulisan Justin Bieber di akun Instagram.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut