9 Paus Terdampar di Pantai Mauritius, Dicurigai akibat Tumpahan Minyak Kapal Jepang

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 26 Agustus 2020 - 22:21 WIB
9 Paus Terdampar di Pantai Mauritius, Dicurigai akibat Tumpahan Minyak Kapal Jepang

Seorang bocah mengelus paus kepala melon yang terdampar di Pantai Grand Sable, Mauritius, Rabu (26/8/2020). (Foto: AFP)

PORT LOUIS, iNews.id – Setidaknya sembilan paus kepala melon terdampar di pantai Mauritius pada Rabu (26/8/2020). Kejadian itu memicu spekulasi bahwa kondisi yang dialami mamalia laut itu terkait dengan tumpahan minyak di kawasan perairan tersebut pada awal bulan ini.

Paus-paus tersebut, beberapa di antaranya masih hidup ketika ditemukan terdampar di Pantai Grand Sable, wilayah bagian tenggara Mauritius. Namun, hewan-hewan itu akhirnya mati juga. Beberapa di antara paus itu tampak terluka.

Pejabat pemerintah daerah setempat, Preetam Daumoo mengatakan, dia telah melihat 13 paus mati dan satu masih hidup. Pihak berwenang memasukkan beberapa bangkai paus itu ke bagian belakang sebuah van untuk diautopsi.

Daumoo, seperti penduduk lainnya, mengaku khawatir paus-paus itu terdampar akibat tumpahan minyak dari kapal curah milik Jepang yang kandas di terumbu karang sekitar 10 km dari Grand Sable, awal bulan ini. Kapal itu menumpahkan lebih dari 1.000 ton bahan bakar minyak ke lautan di sana.

Kendati demikian, para ahli mengatakan masih terlalu dini untuk menilai penyebab kematian hewan-hewan tersebut.

Owen Griffiths dari Masyarakat Konservasi Laut Mauritius mengatakan kepada AFP bahwa kejadian paus terdampar tersebut mungkin sebuah kebetulan yang sangat disayangkan. Pasalnya, pada 2005, peristiwa serupa juga pernah terjadi di kawasan itu.

“Kemungkinan mereka mengikuti sekumpulan ikan ke dalam laguna, menjadi bingung, tidak dapat menemukan jalan keluar ke laut lagi dan mencoba untuk pergi ke laut langsung di atas terumbu karang, alih-alih menemukan celah. Dalam kepanikan dan stres, mereka bertabrakan dengan karang, dan mati,” katanya.

“Pada tahap ini, kami belum mengetahui penyebab kematian paus-paus itu. Autopsi dengan menganalisis isi perut dan memeriksa paru-paru mereka—untuk mencari jejak minyak—perlu dilakukan.”

Editor : Ahmad Islamy Jamil