93 WNI Berada di Wuhan, Tak Ada yang Terjangkit Virus Korona

Anton Suhartono, Antara ยท Jumat, 24 Januari 2020 - 19:09 WIB
93 WNI Berada di Wuhan, Tak Ada yang Terjangkit Virus Korona

Petugas mengecek suhu tubuh pengguna jalan di stasiun bawah tanah Beijing (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Sebanyak 93 warga negara Indonesia (WNI) masih tertahan di Kota Wuhan, China, hingga Jumat (24/1/2020) pukul 11.00 waktu setempat, 25 jam setelah ibu kota provinsi Hubei itu dikarantina.

Semua akses keluar-masuk Kota Wuhan ditutup sejak 23 Januari 2020 pukul 10.00 untuk mencegah penyebaran virus korona baru.

Meski demikian Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) Cabang Wuhan, Nur Musyafak, memastikan belum ada WNI yang terjangkit virus korona.

"Sampai saat ini tidak ada laporan WNI di Kota Wuhan yang terjangkit virus korona. Semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus," kata Musyafak.

Hampir semua kampus di Wuhan melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti membagikan masker, sabun cair, dan termometer gratis, kepada mahasiswa.

Dia menegaskan, PPIT Wuhan selalu berkoordinasi dengan Kedutaan Besar RI di Beijing dan Direktorat Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI.

Duta Besar RI untuk China Djauhari Oratmangun meminta semua WNI di Wuhan tidak panik.
Pemerintah China memastikan kebutuhan hidup masyarakat Wuhan selama karantina berlangsung.

Sejauh ini 26 orang meninggal dan lebih dari 830 positif terjangkit virus yang menyebabkan gangguan pernapasan dan radang paru-paru (pneumonia) ini di China. Sebagian besar korban berada di Wuhan, kota tempat pertama kali terdeteksinya virus korona. Sementara untuk pasien yang terjangkit berasal dari 29 provinsi, namun Hubei yang terbanyak.

Sebelumnya KBRI di Beijing mencatat 428 WNI tinggal di Provinsi Hubei dan 200 di antaranya berada di Wuhan. Namun sebagian besar sudah pulang ke Tanah Air terkait liburan Tahun Baru Imlek dan semester.

China juga mengumumkan penutupan tempat-tempat wisata besar di Beijing, seperti Tembok Besar dan Kota Terlarang, mulai Jumat.

Penutupan dua tempat ikonik itu menyusul Disneyland Shanghai yang disterilkan juga mulai hari ini. Pemerintah juga membatalkan beberapa festival besar Tahun Baru Imlek yang seharusnya dimulai pada Sabtu (25/1/2020).

Tembok Besar di seksi Beijing biasanya menjadi sasaran wisatawan untuk mengisi liburan Tahun Baru Imlek. Sedikitnya 10 juta wisatawan mengunjungi Tembok Besar per tahun.

Kota Terlarang, dikunjungi 19 juta turis pada 2019, juga biasanya dipadati pengunjung selama liburan Tahun Baru Imlek yang berlangsung hingga Februari.

Kebijakan pengetatan di Ibu Kota Beijing ini merupakan yang terbaru dalam upaya mengendalikan wabah virus korona baru. Meskipun hanya 29 kasus yang dikonfirmasi di Beijing, pemerintah kota tak mau mengambil risiko.

Editor : Anton Suhartono