Adik George Floyd Akan Pidato soal Rasisme di Sidang Dewan HAM PBB

Anton Suhartono ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 20:21:00 WIB
Adik George Floyd Akan Pidato soal Rasisme di Sidang Dewan HAM PBB
Philonise Floyd (Foto: AFP)

JENEWA, iNews.id - Adik George Floyd, Philonise, akan menyampaikan pidato di hadapan forum Dewana Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Rabu (17/6/2020).

Dia akan berbicara melalui video dalam sesi debat mengenai rasisme sistemik di AS dan negara lain.

Negara-negara Afrika yang mendesak Komisioner Tinggi PBB untuk HAM Michelle Bachelet untuk menyelidiki rasisme dan pelanggaran kebebasan sipil oleh polisi terhadap warga kulit hitam di AS.

Pekan lalu Philonise menyampaikan permintaan yang emosional kepada Kongres AS untuk menghentikan rasa sakit yang dialami kelompok minoritas kulit hitam serta meloloskan reformasi kepolisian yang membuat petugas harus bertanggung jawab atas kebrutalan tindakan mereka.

Floyd dibunuh polisi Minneapolis Derek Chauvin dengan cara ditindih lehernya menggunakan lutut pada 25 Mei lalu. Dalam aksinya, Chauvin dibantu empat rekannya yang juga dijerat dakwaan membantu pembunuhan.

Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk melakukan reformasi terhadap kepolisian, salah satunya larangan mengunci leher tersangka kejahatan, kecuali nyawa mereka terancam.

Di PBB, sebuah draft resolusi yang diusulkan 54 negara Afrika sedang dibahas. Isi resolusi itu mengutuk diskriminasi rasial dan praktik kekerasan yang sedang berlangsung, dilakukan oleh lembaga penegak hukum terhadap warga Afrika dan orang-orang keturunan Afrika, serta mengecam tindakan rasisme struktural endemik terhadap sistem peradilan pidana di Amerika Serikat.

Draf baru ini juga memperbarui desakan sebelumnya terhadap PBB yakni pembentukan komisi penyelidikan internasional yang independen.

Tuntutan mereka diperbarui dengan mendesak Bachelet serta para pakar HAM PBB untuk menetapkan fakta dan keadaan terkait dengan rasisme sistemik, dugaan pelanggaran HAM internasional, pelanggaran terhadap warga Afrika dan orang-orang keturunan Afrika oleh penegak hukum di AS dan negara lain, terutama insiden yang menyebabkan kematian.

Tujuannya, untuk memastikan para pelaku bertanggung jawab serta memberikan ganti rugi bagi para korban.

Editor : Anton Suhartono