Akhirnya Rusia dan Ukraina Sepakat Perpanjang Ekspor Biji-bijian
Sebelumnya Menlu Rusia Sergei Lavrov menuduh negara Barat sengaja mengubur kesepakatan ekspor biji-bijian yang diperjuangkan Sekjen PBB Antonio Guterres. Padahal pengiriman biji-bijian ke pasar global sangat penting guna menghindari ancaman kelaparan global.
Perjanjian ekspor biji-bijian antara Rusia dan Ukraina terhambat serangkain insiden penyerangan terhadap beberapa kapal yang mengangkutnya di Laut Hitam. Selain itu, negara Barat menjatuhkan sanksi bertubi-tubi kepada Rusia.
"Barat tanpa malu-malu mengubur inisiatif kemanusiaan dari Sekjen PBB," kata Lavrov, pada awal bulan ini.
Perjanjian tersebut pertama kali diperpanjang pada November 2022. Saat itu Rusia mendesak Barat agar bisa mendapat lebih banyak konsesi. Meski permintaan itu tak dipenuhi, perjanjian tetap diperpanjang hingga 120 hari kemudian.
Dalam perpanjangan terbaru nanti, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia menegaskan hanya akan menyetujui jika permintaan para produsen pertaniannya dipenuhi.
Sektor pertanian Rusia menjadi target sanksi dari Barat yang memengaruhi pembayaran, pengiriman, dan asuransi. Ini sangat mengganggu ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia.
Editor: Anton Suhartono