Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mantan Kepala Badan Anti-Teror Sebut AS Abaikan Temuan Intelijen soal Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:31:00 WIB
Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov
Pavel Durov masuk dalam daftar buronan internasional dinas keamanan Rusia FSB (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id - Rusia memasukkan pendiri Telegram, Pavel Durov, dalam daftar buronan internasional, demikian pernyataan badan intelijenFSB. Durov dituduh memfasilitasi kegiatan teroris karena platformnya menolak untuk menghapus posting-an hingga akun terkait Ukraina.

Disebutkan, dinas intelijen Ukraina menggunakan Telegram untuk mempersiapkan sabotase dan aksi terorisme di Rusia, pembunuhan massal, serta penipuan siber yang mengakibatkan banyak korban jiwa, termasuk perempuan dan anak-anak.

Menurut FSB, tindakan Telegram yang memfasilitasi Ukraina tersebut menyebabkan kerugian materiil miliaran dolar AS.

"Kepala administrasi Telegram, P Durov, telah didakwa sebagai bagian dari kasus pidana yang sedang berlangsung, atas dasar kejahatan berdasarkan Bab 1.1 Pasal 205.1 (bantuan terhadap aktivitas terorisme) dari KUHP Rusia, dia telah dimasukkan dalam daftar buronan internasional," bunyi pernyataan, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (29/7/2026).

Sepanjang Juli, otoritas keamanan Rusia telah menangkap 46 warganya pengguna layanan kencan Telegram "Leomatch" di 16 wilayah. Di antara mereka juga menyerang petugas penegak hukum dan membakar berbagai objek atas instruksi dinas rahasia Ukraina.

Disebutkan, para agen dinas rahasia Ukraina, memanfaatkan layanan kencan Telegram 'Leomatch' dengan menyamar sebagai perempuan. Mereka melakukan kontak online dengan pemuda Rusia untuk menjalin hubungan romantis, mengirim geolokasi tempat pertemuan yang diinginkan, biasanya di pusat perbelanjaan besar atau dekat fasilitas penting.

"Sebagai imbalan, mereka memberikan tiket film, konser, atau hadiah kepada melalui tautan phishing," bunyi pernyataan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut