Aktivis Hong Kong Joshua Wong Ditangkap, Uni Eropa Bereaksi

Ahmad Islamy Jamil ยท Kamis, 24 September 2020 - 22:15 WIB
Aktivis Hong Kong Joshua Wong Ditangkap, Uni Eropa Bereaksi

Joshua Wong. (Foto: AFP)

BRUSSELS, iNews.idUni Eropa (UE) mengecam penangkapan aktivis Hong Kong terkemuka, Joshua Wong, hari ini. Organisasi antarpemerintahan di benua biru itu menyatakan, penangkapan Wong telah merusak kepercayaan terhadap China.

“Penangkapan aktivis prodemokrasi Hong Kong Joshua Wong pada 24 September adalah yang terbaru dari serangkaian penangkapan aktivis prodemokrasi sejak musim panas lalu,” ungkap seorang juru bicara Uni Eropa, dalam sebuah pernyataan yang dikutip AFP, Kamis (24/9/2020).

Dia pun menyerukan agar pengadilan memberikan “pengawasan yang sangat cermat” dalam proses hukum Wong. “Perkembangan di Hong Kong membuat iktikad China dalam menegakkan komitmen internasionalnya dipertanyakan. Ini merusak kepercayaan dan berdampak pada hubungan UE-China,” kata jubir UE itu lagi.

Uni Eropa telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas pemberlakuan Undang-Undang Keamanan Hong Kong. Para kritikus menilai UU itu telah mengikis nilai-nilai kebebasan penting di kota bekas jajahan Inggris itu.

Pekan lalu, para pemimpin senior Uni Eropa mendesak Presiden China Xi Jinping untuk memperbaiki situasi di Hong Kong. Mereka mengatakan, hak-hak demokrasi di kota itu harus dipertahankan.

Aktivis prodemokrasi Joshua Wong ditangkap oleh aparat keamanan Hong Kong, Kamis ini. Penangkapan pria tersebut berkaitan dengan aksi unjuk rasa yang diwarnai dengan kerusuhan di Hong Kong pada tahun lalu.

Penahanan Wong menjadi peristiwa terbaru dari serangkaian penangkapan para kritikus Pemerintah China, setelah Beijing memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong pada akhir Juni lalu.

Menurut pengacaranya, Wong ditangkap karena “petemuan yang melanggar hukum” atas demonstrasi 2019 menentang larangan pemerintah atas penggunaan masker wajah—yang diberlakukan Pemerintah Hong Kong sebelum pandemi virus corona (Covid-19).

Editor : Ahmad Islamy Jamil