Akui Dataran Tinggi Golan Milik Israel, AS Bakal Makin Dikucilkan
Sikap ini, lanjut dia, juga semakin menunjukkan kesewenang-wenangan AS atas wilayah pendudukan Israel. Ini bukan kali pertama AS memberikan pengakua sepihak. Pada Desember 2017, AS menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Apa yang dilakukan pemerintahan AS ini justru semakin membuat situasi di Timur Tengah tak stabil.
"Dia dan pemerintahnya telah membuktikan mereka adalah penyebab ketidakstabilan dan faktor hegemoni atas masyarakat internasional. Dia telah memulai dengan Al-Quds (Jerusalem), tapi di sini mengenai Dataran Tinggi Golan. Dia tak bisa melakukan apa-apa, sebab tanah itu adalah miliki rakyatnya," katanya.
Suriah menekankan penolakan tegas terhadap keputusan Donald Trump yang mengakui pencaplokan Dataran Tinggi Golan dan mengatakan tindakan tersebut merupakan penghinaan tingkat paling tinggi terhadap keabsahan internasional.
Seperti diketahui, Trump menandatangani dekrit yang mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan pada Senin malam (WIB). Golan merupakan wilayah Suriah yang diduduki Israel sejak 1967.
Editor: Anton Suhartono