Ancam Bunuh Presiden Marcos, Wapres Filipina Sara Bayar Jaminan Rp100 Juta Tak Ditahan
MANILA, iNews.id - Wakil Presiden (Wepres) FilipinaSara Duterte tak ditahan menyusul surat perintah penangkapan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Quezon City terhadapnya. Sebagai gantinya, Sara membayar uang jaminan di pengadilan pada, Sabtu (5/6/2026).
"Wakil Presiden secara sukarela datang ke pengadilan yang mengeluarkan surat perintah tersebut, jadi tidak perlu penangkapan dirinya," kata pengacara Sara, Lawrence Lim, seperti dikutip dari AFP.
Sebelum memasuki gedung pengadilan, Sara mengatakan kepada wartawan bahwa dia mengkhawatirkan keselamatannya.
"Saya tidak mau (membayar uang jaminan) jika tidak ada yang mengawasi. Apakah mereka akan menjebloskan saya (ke penjara), kemudian suatu malam saya meninggal dalam tidur?," katanya, mengeklaim dirinya akan menjadi korban polisi.
Pengadilan memerintahkan penangkapan terhadap Sara atas tuduhan mengancam pembunuhan Presiden Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr, Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Filipina Martin Romualdez, jika dirinya lebih dulu dibunuh.
Sara didakwa atas tiga tuduhan "ancaman serius" yang dia lontarkan dalam konferensi pers pada 2024 silam. Pengadilan Quezon City menetapkan uang jaminan sebesar 120.000 peso atau sekitar Rp33,7 juta untuk setiap dakwaan yang berarti totalnya Rp100 juta lebih.
Dalam penjelasannya setelah melontarkan ancaman tersebut, Sara mengatakan bahwa pernyataannya itu disalahartikan.
Ancaman pembunuhan tersebut juga menjadi elemen penting dari sidang pemakzulannya di Senat yang sedang berlangsung. Jika divonis bersalah dalam sidang nanti,
Sara akan dicopot dari jabatannya dan dilarang terjun ke dunia politik. Ini sekaligus memupus rencananya untuk maju dalam Pilpres Filipina berikutnya.
Berdasarkan hukum Filipina, hukuman pidana atas tuduhan "ancaman serius" bisa berupa hukuman penjara maksimal 6 bulan.
Tim hukum Sara mengeluarkan pernyataan pada Jumat yang menegaskan klien mereka tidak berniat menghindari hukum, malah justru akan terus menggunakan semua upaya hukumnya.
Perempuan 48 tahun itu merupakan wakil presiden ke-15 sekaligus yang termuda sepanjang sejarah Filipina. Dia terpilih bersama Marcos Jr dalam pemilu pada 2022 untuk masa jabatan 6 tahun. Namun di perjalanan terjadi gejolak politik yang memecah kongsi Sara dan Marcos Jr.
Editor: Anton Suhartono