Arab Saudi dan AS Desak Komunitas Internasional Perpanjang Embargo Senjata Iran

Anton Suhartono ยท Senin, 29 Juni 2020 - 22:04 WIB
Arab Saudi dan AS Desak Komunitas Internasional Perpanjang Embargo Senjata Iran

Arab Saudi dan Amerika Serikat mendesak komunitas internasional memperpanjang embargo senjata terhadap Iran (Screengrab: iNews.id)

RIYADH, iNews.id - Arab Saudi dan Amerika Serikat mendesak komunitas internasional untuk memperpanjang embargo senjata PBB terhadap Iran. Dewan Keamanan PBB akan memutuskan hal tersebut dalam sidang dalam waktu dekat.

Menteri Urusan Luar Negeri Arab Saudi Adel Al Jubeir dan utusan AS untuk Iran Brian Hook, dalam konferensi pers di Riyadh, Senin (29/6/202), mengingatkan, penghentian embargo senjata memungkinkan Iran untuk mempersenjatai diri lebih canggih sehingga bisa menjadi ancaman bagi kawasan.

Persenjataan buata Iran tersebut, termasuk drone dan rudal, dihadirkan dalam konferensi pers. Senjata-senjata itu dikirim kepada pemberontak Houthi di Yaman untuk menyerang kota-kota di Saudi.

Usia embargo senjata terhadap Iran sudah berlangsung 13 tahun dan akan berakhir pada Oktober 2020, sebagaimana ketentuan perjanjian nuklir tahun 2015 yang juga diteken lima negara lainnya.

Rusia dan China sebagai negara yang ikut meneken perjanjian isyaratkan menentang perpanjangan embargo. Keduanya juga memiliki hak veto di Dewan Keamanan PBB.

"Meskipun ada embargo, Iran berupaya memberikan senjata kepada kelompok-kelompok teroris. Jadi apa yang akan terjadi jika embargo dicabut? Iran akan menjadi lebih ganas dan agresif," kata Jubeir.

Jubeir menambahkan, pada Minggu (28/6/2020), pengiriman senjata Iran ke pemberontak Houthi berhasil digagalkan.

"Kami mendesak masyarakat internasional untuk memperpanjang embargo penjualan senjata ke Iran dan terkait kemampuan Iran untuk menjual senjata ke dunia," ujarnya, menegaskan.

Sementara itu Hook mengatakan pencabutan embargo hanya akan membersarkan hati Iran, mendorong ketidakstabilan lebih besar, serta memicu perlombaan senjata di kawasan.

"Ini bukan hasil yang dapat diterima Dewan Keamanan PBB. Mandat dewan jelas, untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional," kata Hook.

Editor : Anton Suhartono