Arab Saudi Sebut Milisi Houthi dan Iran Teroris bagi Komunitas Internasional

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 02 Juli 2020 - 20:54 WIB
Arab Saudi Sebut Milisi Houthi dan Iran Teroris bagi Komunitas Internasional

Arab Saudi mengklaim serangan milisi Houthi ke sejumlah fasilitas strategis miliknya didukung oleh Iran (foto: ist)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah Arab Saudi menyebut Iran berada di balik aksi serangan milisi Houthi ke sejumlah fasilitas stretegis miliknya. Saudi memandang aksi tersebut sebagai sebuah teror bagi komunitas internasional.

Pada 23 Juni lalu, pemerintah Arab Saudi melaporkan terjadi serangan drone dan rudal balistik yang menargetkan fasilitas pengolahan minyak. Namun, upaya tersebut dapat dihalau oleh sistem anti-rudal milik Saudi.

Milisi Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan misil tersebut. Mereka mengklaim serangannya berhasil mengenai fasilitas markas militer Saudi. Ini bukan kali pertama fasilitas strategis Saudi mendapat serangan.

Pada September 2019, dua kilang minyak Aramco, perusahaan minyak milik Pemerintah Arab Saudi, diserangan menggunakan drone. Dampaknya, pasokan 6 persen permintaan minyak dunia terhenti.

Setelah mengumpulkan semua bukti penyerangan, Pemerintah Saudi menyimpulkan persenjataan yang digunakan oleh milisi Houthi merupakan dukungan dari Iran. Saudi mengklaim serangan ke instalasi minyak mentah miliknya sebagai upaya melakukan sabotase perdagangan minyak internasional

"Sehubungan dengan laporan mengenai bukti-bukti yang menunjukkan keterlibatan Iran dalam tindakan-tindakan agresi melalui dukungannya kepada milis teroris Houthi di Yaman terhadap Arab Saudi, dimana bukti-bukti tersebut telah disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB yaitu berupa puing-puing 25 drone dan rudah jelajah," demikian isi rilis Pemerintah Arab Saudi yang diterima iNews.id, Kamis (2/7/2020) malam WIB.

"Tindakan sabotase yang menargetkan instalasi minyak bukan hanya menargetkan Arab Saudi saja, tetapi juga menargetkan komunitas internasional dan ekonomi global, di mana serangan tersebut telah menyebabkan penurunan produksi minyak sebesar 50 persen setara dengan 5,7 juta barel per hari," lanjut isi pernyataan.

Berdasarkan fakta-fakta yang dikemukakan, Arab Saudi mengajak komunitas internasional bersama-sama menghidupkan kewaspadaan global terhadap ancaman di jalur-jalur komoditi migas internasional.

"Ajakan Arab Saudi kepada para ahli internasional dan kalangan PBB untuk berpartisipasi dalam penyelidikan mencerminkan transparansinya dengan komunitas internasional mengenai kebenaran apa yang terjadi dan mengklarifikasinya dengan bukti-bukti, dan masyarakat internasional memikul tanggung jawabnya dan ini telah dilakukan dengan penyelidikan independen dan transparan."

"Kerajaan Arab Saudi sangat serius untuk mengamankan jalur laut internasional dan serta instalasi-instalasi minyak berdasarkan kepeduliannya terhadap perdamaian dan keamanan internasional, dan kembali menegaskan bahwa Iran adalah negara yang mengadopsi milisi teroris Houthi," lanjut isi pernyataan.

Perpanjang Embargo Senjata Iran

Guna menekan Teheran mengubah perilakunya dan berhenti mengeluarkan kebijakan luar negeri yang agresif terhadap kawasan Timur Tengah dan dunia, Arab Saudi mendesak PBB memperpanjang embargo senjata Iran yang akan habis pada Oktober 2020 mendatang.

"Laporan dan hasil penyelidikan tersebut memperkuat sikap terhadap perpanjangan embargo senjata, ekspor dan larangan impor ke Iran dan menjatuhkan sanksi terhadap program rudal balistik Iran mengingat bahwa rudal dan drone yang digunakan dalam serangan terhadap kerajaan Arab Saudi menggunakan teknik peluncuran jarak jauh."

Editor : Arif Budiwinarto