Arkeolog Temukan Wine Berusia 2.000 Tahun di Pemakaman Kuno China

Anton Suhartono ยท Jumat, 09 November 2018 - 06:30:00 WIB
Arkeolog Temukan Wine Berusia 2.000 Tahun di Pemakaman Kuno China
Dua guci wine yang ditemukan di China (Foto: Baidu)

BEIJING, iNews.id - Arkeolog China menemukan guci kecil di area pemakaman di Kota Louyang, Provinsi Henan, Selasa (6/11/2018). Wine di dalam guci itu diyakini sudah berusia lebih dari 2.000 tahun.

Guci kecil tersebut mampu menampung hingga 3,5 liter wine. Ini merupakan penemuan guci wine kedua setelah pada September lalu pekerja konstruksi menemukannya di lokasi tak berjauhan.

Di lokasi tersebut terdapat 200 makam berasal dari Dinasti Han Barat yang berkuasa pada periode 206 SM sampai 8 Masehi. Sampai saat ini para arkeolog masih mengekskavasi lokasi tesebut.

Menurut Pan Fusheng, wakil kepala peneliti dari institut kepurbakalaan Kota Luoyong, seperti dikutip dari South China Morning Post, Kamis (8/11/2018), guci ditemukan di salah satu kamar makam dalam kondisi kosong dan satu lagi berisi penuh air.

"Guci itu terasa sangat berat ketika kami pindahkan. Kami menduga itu mungkin wine," kata Pan, seraya menambahkan, 3,5 liter wine itu kemudian dipindah ke bejana kaca.

Peneliti percaya wine itu terbuat dari biji-bijian yang difermentasi dan diproduksi pada periode yang sama dengan keberadaan makam. Wine yang pada masanya dikonsumsi oleh bangsawan zaman kuno China itu akan diteliti oleh ahli.

Namun Pan tidak merekomendasikan kepada siapa pun mencoba wine itu karena usianya mencapai 2.000 tahun.

"(Sebenarnya) dapat diminum, tetapi wine ini kemungkinan telah terkontaminasi," katanya, seraya menambahkan bahwa partikel-partikel dari guci bisa masuk ke dalam wine dari waktu ke waktu dan komposisinya mungkin telah berubah.

Selain guci wine, ada beberapa benda purbakala lain yang ditemukan. Dari 60 titik yang digali, 20 di antaranya ditemukan potongan-potongan giok. Beberapa dari benda itu menjadi harta nasional yang penting.

Editor : Anton Suhartono