AS dan Iran Kembali Saling Serang, Gencatan Senjata di Ujung Tanduk
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah bertanggung jawab atas serangan terhadap bandara tersebut. Mereka mengklaim kerusakan terjadi akibat kesalahan rudal pencegat milik AS.
Namun, Centcom menolak klaim tersebut dan menegaskan Iran melakukan serangan terhadap bandara itu secara sengaja, terencana, dan tanpa alasan yang dapat dibenarkan.
Sebelumnya, IRGC menyatakan telah menargetkan pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk sebagai balasan atas serangan Amerika terhadap sebuah kapal tanker minyak Iran dan Pulau Qeshm.
Di tengah berlanjutnya konflik antara kedua negara, AS tetap memberikan visa kepada tim nasional sepak bola Iran untuk mengikuti Piala Dunia. Iran dijadwalkan menjalani pertandingan perdana di Los Angeles pada 15 Juni.
Ini menjadi kali pertama dalam sejarah turnamen tersebut negara tuan rumah menerima kedatangan tim dari negara yang sedang berperang dengannya.
Serangan-serangan terbaru terjadi ketika perundingan gencatan senjata antara AS dan Iran mengalami kebuntuan. Upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang belum menunjukkan kemajuan, sementara media AS melaporkan Presiden Donald Trump meminta perubahan terhadap syarat-syarat perjanjian yang sedang dibahas.
Pada Senin lalu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan bahwa AS terus mengubah pendiriannya dan mengajukan tuntutan baru maupun tuntutan yang saling bertentangan.
Editor: Aditya Pratama