AS Dilaporkan Akan Tutup Konsulat Jenderal di Medan
Beberapa pejabat Trump berpendapat, beberapa misi diplomatik asing yang kecil tidak penting dan pemborosan.
Rencana tersebut ditentang politisi Partai Demokrat dan beberapa mantan pejabat kebijakan luar negeri dan keamanan nasional AS. Mereka menilai pengurangan jejak diplomatik AS, ditambah pembubaran Badan Pembangunan Internasional AS (USAID), berisiko melemahkan kepemimpinan AS secara global. Mereka juga mengkhawatirkan peran USAID dan absennya misi diplomatik AS akan dimanfaatkan oleh Rusia dan China.
Deplu AS mengalami efisiensi besar-besaran di awal pemerintahan Trump, memangkas puluhan biro dan memecat ratusan staf. Namun saat itu belum ada rencana menutup misi diplomatik asing.
Berbeda dengan pemerintahan Joe Biden (2021-2024), AS justru membuka lebih banyak misi diplomatik, semuanya di kawasan Pasifik. Tujuannya untuk memperkuat pengaruh AS yang bersaing dengan China.
China tidak memiliki misi diplomatik di Douala atau Winnipeg, namun memiliki kehadiran diplomatik di St George, Nagoya, dan Medan.
Editor: Anton Suhartono