AS Ingin Selat Hormuz Dibuka, Iran: Bayar Ganti Rugi Rp5.300 Triliun Dulu!
Karena itu, pembukaan Selat Hormuz menjadi salah satu kepentingan utama Washington. Jalur tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia dan gangguan berkepanjangan dapat berdampak terhadap pasokan serta harga minyak global.
Tawaran AS juga muncul setelah Menteri Keuangan Scott Bessent pada Senin (24/8/2026) memberlakukan operasi ekonomi terhadap Iran. Kampanye tersebut berupa sanksi sekunder yang menyasar sejumlah sektor vital, termasuk aset digital, teknologi, emas, penerbangan, dan perkapalan.
Washington berupaya mengisolasi Iran secara finansial melalui tekanan tersebut. Namun, pada saat yang sama, AS disebut siap menghentikan operasi ekonomi jika Iran memenuhi tuntutan utama mengenai Selat Hormuz.
Editor: Anton Suhartono