Australia Batalkan Kontrak, Dokumen Ungkap Proyek Kapal Selam Prancis Ternyata Bermasalah

Ahmad Islamy Jamil ยท Rabu, 22 September 2021 - 15:54:00 WIB
Australia Batalkan Kontrak, Dokumen Ungkap Proyek Kapal Selam Prancis Ternyata Bermasalah
Ilustrasi kapal selam sedang beroperasi di laut. (Foto: Pixabay)

CANBERRA, iNews.id – Hubungan Prancis dan Australia memburuk. Pangkalnya adalah pembatalan pembelian kapal selam bertenaga diesel buatan Prancis oleh Australia, beberapa waktu lalu.

Kesepakatan pembelian kapal selam Prancis oleh Canberra itu pertama kali diumumkan pada 2016. Namun, selama beberapa tahun sesudahnya, tindak lanjut dari kesepakatan itu belum juga mencapai tahap produksi.

Hasil audit oleh Kantor Auditor Jenderal Australia mengungkapkan, tinjauan pradesain kapal selam itu sempat ditunda pada 2018. Salah satu alasan penundaan tersebut adalah, hasil kerja yang diberikan industri pertahanan asal Prancis, Naval Group, kepada Departemen Pertahanan Australia kala itu tidak memenuhi syarat. Hasil kerja yang dianggap di bawah standar itu mencakup detail desain, persyaratan operasional, serta 63 studi terkait kapal selam yang tidak rampung.

Pada Februari 2019, kontrak antara Australia dan Naval Group—yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Prancis—akhirnya ditandatangani. Dalam kontrak itu disebutkan bahwa Australia dapat membayar penalti jika tiba-tiba memutuskan keluar dari proyek tersebut.

Selain itu, dalam klausulnya juga dikatakan, Australia dapat membuat alat kontrol untuk memantau kriteria mana saja yang harus dipenuhi oleh Naval Group sebelum proyek dilanjutkan ke fase berikutnya. Departemen Pertahanan Australia menggunakan ketentuan tersebut untuk menilai risiko proyek kapal selam tersebut.

Pada September 2019, Australia sudah menghabiskan 325 juta dolar AS (Rp4,63 triliun) untuk proyek itu di Prancis. Laporan Kantor Auditor Jenderal Australia pada 2020 menyimpulkan bahwa Departemen Pertahanan Australia selalu transparan dan tepat waktu dalam mengomunikasikan masalah proyek dengan Naval Group.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: