Ayah di Maroko Memohon kepada Putin agar Selamatkan Putranya dari Hukuman Mati karena Bela Ukraina

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 28 Juni 2022 - 12:19:00 WIB
Ayah di Maroko Memohon kepada Putin agar Selamatkan Putranya dari Hukuman Mati karena Bela Ukraina
Presiden Rusia Vladimir Putin dinilai bisa melakukan campur tangan untuk menyelamatkan pria Maroko yang divonis hukuman mati karena ikut berperang melawan Rusia di Donetsk, Ukraina, beberapa waktu lalu. (Foto: Reuters)

RABAT, iNews.id – Ayah dari pria Maroko yang menghadapi hukuman mati karena ikut berperang melawan Rusia di Ukraina, memohon kepada Presiden Vladimir Putin agar menyelamatkan putranya.

Beberapa waktu lalu, pengadilan di Republik Rakyat Donetsk (DPR) menjatuhi hukuman mati kepada pria Maroko bernama Brahim Saadoun dan dua pria asal Inggris. Kini, ayah Brahim, Taher Saadoun, mengajukan permohonan banding atas nama anaknya tersebut.

“Saya memohon kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk campur tangan, sebagai ayah dan demi kemanusiaan, melalui berbagai jalur kemanusiaan dan tidak resmi,” kata Saadoun dalam konferensi pers di Rabat, Maroko, Senin (27/6/2022).

Brahim dan dua pemuda Inggris dijatuhi hukuman mati setelah dituduh menjadi tentara bayaran untuk Ukraina saat berperang melawan agresi militer Rusia.

Taher sebelumnya mengatakan, putranya memperoleh kewarganegaraan Ukraina pada 2020. Karena itu, Brahim bukanlah tentara bayaran. Anaknya itu sudah selayaknya diperlakukan sebagai tawanan perang dan berhak dilindungi.

Dia juga mengimbau kepada Pemerintah Maroko agar turut bertindak untuk menangani kasus ini.

Taher adalah seorang pensiunan penyelidik di Kepolisian Militer (Gendermeri) Maroko. Menurut dia, pihak berwenang Maroko sampai sejauh ini belum melakukan kontak dengan putranya.

Dia juga tidak mengetahui apakah Rabat telah menghubungi Moskow ataupun pihak berwenang di Donetsk.

Editor : Ahmad Islamy Jamil

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda