Beda Sendiri, Tentara Pria di Negara Ini Boleh Tatoan, Ditindik bahkan Pakai Rok
Salah satu perubahan besar adalah seragam tidak lagi dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Ini berarti bahwa prajurit yang mengidentifikasi diri sebagai laki-laki boleh mengenakan rok. Ini disebabkan semua referensi gender terkait dengan benda, seperti rok, nilon, dan dompet, telah dihapus.
“Kedua katalog ini terbuka untuk semua anggota dan boleh dicampur. Anggota CAF bisa memilih desain mana yang paling cocok, selama itu dikenakan sesuai dengan Instruksi Pakaian,” bunyi pernyataan militer, namun mengecualikan penggunaan pada acara-acara khusus seperti parade.
Selain itu, anggota baru tidak harus mencukur rambut menjadi cepak selama mengikuti pelatihan dasar. Tidak ada pula batasan panjang rambut kecuali jika kondisi itu mengganggu tugas. Tentara juga dibolehkan mewarnai rambut, memiliki kuku panjang, dan tindik di telinga, jika tidak mengganggu tugas.
Tato wajah juga dibolehkan, namun desain tato tak boleh merujuk pada geng kriminal atau menunjukkan diskriminasi terhadap pihak lain.
Editor: Anton Suhartono