Buron sejak 2012, Mantan Pemimpin Sekte Agama Filipina Ditangkap Terkait Pembunuhan Istri

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 17:08:00 WIB
Buron sejak 2012, Mantan Pemimpin Sekte Agama Filipina Ditangkap Terkait Pembunuhan Istri
Ilustrasi seorang narapidana di penjara (foto: ist)

MANILA, iNews.id - Seorang mantan anggota kongres Filipina daan pemimpin sekte keagamaan ditangkap karena karena membunuh istrinya. Tersangka yang sempat buron bertahun-tahun juga diketahui terlibat tindak pidana korupsi.

Ruben Ecleo (60) merupakan kepala sebuah sekte keagamaan bernama Perhimpunan Misionaris Kebajikan Filipina saat jenazah istrinya ditemukan tak bernyawa dalam sebuah kantong besar di dasar jurang di Pulau Cebu, Filipina tengah, pada 2002.

Dia ditangkap beberapa bulan kemudian dalam sebuah penggerebekan yang dilakukan polisi di rumahnya di Pulau Dinagat. Penggerebekan tersebut menewaskan 17 orang termasuk pengikut Ecleo.

Ecleo tidak menghadapi pengadilan dan terbebas dari ancaman dipenjara setelah dia bersedia membayar tebusan pada pengadilan tahun 2004. Enam tahun berselang, dia memenangkan kursi parlemen.

Fakta tersebut menambah panjang budaya impunitas yang terkenal buruk di Filipina. Para orang-orang kaya dan berkuasa bisa dengan leluasa melenggang bebas tanpa harus khawatir dimintai pertanggungjawaban.

Namun, pada 2012 Pengadilan Cebu menjatuhkan hukuman penjara 30 tahun atas kasus pembunuhan istrinya. Sejak penetapan tersangka, Ecleo menghilang dan menjadikannya orang paling dicari di seluruh penjuru Filipina.

Dilansir dari AFP, Kamis (30/7/2020) sore WIB, polisi berhasil menangkap Cleo setelah lebih 8 tahun buron. Dia diamankan di sebuah rumah berpagar tinggi di utara Angeles, kota dimana dia bersembunyi dengan memakai nama lain. Polisi juga menahan sopirnya atas tuduhan berusaha menghalangi penangkapan Ecleo.

Pada 2006, pengadilan lain mendakwa Ecleo bersalah melakukan korupsi yang dilakukan saat masih menjabat sebagai wali kota Dinagat pada awal 1990-an.

Polisi mengatakan, mereka menggunakan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan atas kasus korupsi untuk menahan Ecleo setelah melakukan pencarian panjang.

Editor : Arif Budiwinarto