Menlu Malaysia dan Filipina Cekcok di Twitter Gara-Gara Klaim Kepemilikan Sabah

Anton Suhartono ยท Kamis, 30 Juli 2020 - 10:09 WIB
Menlu Malaysia dan Filipina Cekcok di Twitter Gara-Gara Klaim Kepemilikan Sabah

Menlu Malaysia dan Filipina cekcok di Twitter terkait klaim kepemilikan Sabah (Twitter)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Cuitan Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin membuat geram Menlu Malaysia Hishamuddin Hussein. Isinya soal kepemilikan atas Negara Bagian Sabah yang berada di Pulau Kalimantan.

Wilayah Sabah yang kini dalam pangkuan Malaysia menjadi sengketa dengan Filipina sejak lama. Terkadang, pejabat Filipina menyinggung masalah ini.

Menlu Locsin pada 27 Juli mengunggah pesan di Twitter yang merespons cuitan Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) terkait kepulangan warga Filipina dari Sabah yang sempat terjebak lockdown virus corona.

"Sabah tidak berada di Malaysia jika Anda ingin ada hubungan dengan Filipina," kata Locsin, seperti dilaporkan kembali Bloomberg.

Menteri Luar Negeri Malaysia Hishamuddin Hussein merespons cuitan Locsin dengan mengatakan akan memanggil duta besar Filipina pada Senin mendatang.

"Ini sebuah pernyataan tidak bertanggung jawab yang dapat memengaruhi hubungan kedua negara. @MalaysiaFA akan memanggil Duta Besar Filipina pada Senin untuk meminta penjelasan. Sabah adalah, dan akan tetap, menjadi bagian Malaysia," kata Hishamuddin.

Cuitan Hishamuddin kembali direspons Locsin, "Anda memanggil duta besar kami untuk pernyataan sejarah faktual yang saya buat, bahwa Malaysia berusaha menggagalkan Arbitrage Award. Ini dilaporkan kepada kami oleh para diplomat di tempat kejadian dan pengacara kami dari Jerman."

Sabah merupakan titik sengketa sejak lama. Pada Februari 2013, para pengikut kesultanan Sulu mengklaim kemerdekaan, memicu bentrokan yang menewaskan puluhan orang.

Sultan Sulu pernah memerintah Sabah dan pulau-pulau di Filipina selatan. Namun wilayah itu jatuh ke tangan Inggris setelah Perang Dunia II yang kemudian bergabung dengan Malaysia pada 1963. Sebelumnya direbut Inggris, Sulu menyerahkan kedaulatannya ke Filipina.

Editor : Anton Suhartono