China Bisa Saja Perpanjang Kebebasan di Hong Kong Setelah 2047, tapi

Anton Suhartono ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 13:19 WIB
China Bisa Saja Perpanjang Kebebasan di Hong Kong Setelah 2047, tapi

Carrie Lam (Foto: AFP)

HONG KONG, iNews.id - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menegaskan China akan berkomitmen pada janjinya untuk memberikan kebebasan, terpisah dengan sistem yang dipraktikkan di daratan, sampai 2047.

Waktu tersebut merujuk pada janji China kepada Inggris sebelum penyerahan pada 1997 bahwa Hong Kong akan diberi kebebasan selama 50 tahun.

Lam menyebut, prinsip 'satu negara, dua sistem' akan berakhir pada 2047. Setelah itu China tak punya kewajiban untuk membiarkan Hong Kong menerapkan kebebasan terpisah, seperti penerapan sistem ekonomi kapitalis, kebebasan pers, serta politik.

Meski demikian, China masih bisa memperpanjangnya setelah 2047 jika kondisi Hong Kong kondusif.

"Pandangan saya, selama kita bersikeras pada prinsip 'satu negara, dua sistem' dengan menerapkan prinsip dan pemahaman luas, sesuai dengan kepentingan warga negara Hong Kong, maka ada alasan yang cukup untuk percaya bahwa 'satu negara, dua sistem' akan dipraktikkan dalam jangka panjang, tidak akan diubah setelah 2047," kata Lam, di Dewan Legislatif, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (16/1/2020).

Pernyataan tersebut merupakan keterangan Lam mengenai masa depan politik Hong Kong paling terperinci sejak wilayah itu diguncang unjuk rasa besar sejak Juni 2019.

Presiden Xi Jinping saat berkunjung ke Hong Kong pada 2017 untuk memperingati 20 tahun penyerahan dari Inggris, mengungkapkan harapannya bahwa praktik 'satu negara dua sistem' bisa berjalan mulus dalam jangka panjang.

Namun kekhawatiran dan ketakutan tentang masa depan politik Hong Kong di bawah pemerintahan China yang semakin otoriter memicu unjuk rasa besar. Hal ini dipicu penerapan RUU ekstradisi, di mana para penjahat Hong Hong bisa diadili di China.

Para pengunjuk rasa dan anggota parlemen prodemokrasi menuduh China melanggar janji mereka terhadap Inggris sebelum penyerahan pada 1997. Mereka pun membayangkan masa depan Hong Kong yang suram setelah 2047, di mana kota pusat keuangan dunia itu akan diperlakukan sama seperti daerah lainnya di China.

Namun beberapa anggota parlemen Hong Kong berpendapat, unjuk rasa yang diwarnai kekerasan belakangan ini cenderung membuat Beijing merasa terancam. Dengan begitu, kecil kemungkinan China akan terus memberikan kebebasan terpisah di Hong Kong setelah 2047.


Editor : Anton Suhartono