China Temukan Covid-19 pada Daging Ayam Impor, Munculkan Potensi Penularan Baru

Arif Budiwinarto ยท Kamis, 13 Agustus 2020 - 19:42 WIB
China Temukan Covid-19 pada Daging Ayam Impor, Munculkan Potensi Penularan Baru

Seorang pria tengah melihat-lihat pilihan makanan beku impor di sebuah toko swalayan di China (foto: CNA)

BEIJING, iNews.id - Otoritas kesehatan China menemukan daging ayam beku impor asal Brasil telah terkontaminasi Covid-19. Temuan ini semakin menguatkan kekhawatiran penularan baru Covid-19 dari makanan impor di negeri Tirai Bambu.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis (13/8/2020), Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Shenzen menemukan virus tersebut saat memeriksa sampel sayap ayam beku yang berasal dari Brasil. Pemeriksaan tersebut merupakan prosedur harian untuk memeriksa daging dan seafood yang berasal dari luar negeri menyusul penyebaran Covid-19 dari daging ikan impor di Pasar Xinfandi pada Juni lalu.

Temuan ini hanya berselang beberapa hari setelah otoritas kesehatan China menemukan Covid-19 pada paket udang beku dalam kemasan yang tiba dari Ekuador.

Setelah dilakukan pelacakan dan tes pada setiap orang yang diduga pernah melakukan kontak dengan produk makanan yang berpotensi terkontaminasi Covid-19, hasilnya semua menunjukkan negatif.

"Sangat sulit untuk mengatakan tingkatan ayam beku apa yang sudah terinfeksi (Covid-19)," kata petugas eksportir daging Brasil yang berbasis di China.

Meskipun tidak ada kasus infeksi baru terkait temuan Covid-19 pada daging ayam beku asal Brasil, Kantor Pusat Pengendalian dan Pencegahan Epidemi Shenzen menghimbau agar masyarakat mengurangi konsumsi daging dan makanan laut impor sebagai usaha mencegah kemungkinan terinfeksi virus yang menyerang pernapasan itu.

China sudah menghentikan impor daging beku tertentu dari sejumlah negara yang tercatat dengan kasus Covid-19 tinggi di dunia termasuk Brasil sejak pertengahan Juni.

Kebijakan tersebut terbukti berhasil menekan penyebaran baru Covid-19 dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Dalam periode tersebut jumlah kasus baru di China tak lebih dari 100 per hari.

Sejak Covid-19 ditetapkan sebagai pandemi, angka kematian akibat virus tersebut di China menyentuh 84.756 sedangkan jumlah kematian mencapai 4.634. Jumlah tersebut jauh lebih rendah daripada Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 5 juta kasus infeksi serta angka kematian menembus 170.000.

Editor : Arif Budiwinarto