Curhatan Mahathir Mohamad Proyek Mobil Nasionalnya Ditolak Rakyat
"Saya ingat mobil-mobil Jepang setelah perang. Konsumen berkata jika kita menggoresnya dengan paku, kita dapat melihat (terbuat dari) kaleng Milo (susu). Namun dari mobil 'Milo timah' itu hadir berbagai model Toyota, Nissan, dan Suzuki yang kita gunakan sekarang," katanya.
Mahathir Kenang Pengalaman Ngebut Bersama Jokowi di Sirkuit Sepang
Menurut dia, proyek mobil nasional tidak harus dijalankan oleh pemerintah, tapi sektor swasta. Namun karena penolakan sudah begitu besar, jangankan swasta, pemerintah pun tak bisa berbuat banyak.
Dampaknya, kata dia, mobil asing memonopoli pasar otomotif Malaysia. Bahkan, Proton yang dibesarkannya dibuat sudah dijual ke asing.
"Tidak ada lagi mobil nasional. Tidak ada lagi industri otomotif. Para pekerja, insinyur, manajer, tidak memiliki pekerjaan lagi. Malaysia akan menjadi negara konsumen, petani, dan nelayan. Lupakan tentang Visi 2020," katanya, dengan nada sinis.
Dalam Konferensi Nikkei ke-24 tentang Masa Depan Asia di Jepang pada 11 Juni 2018, Mahathir mengungkapkan rencana Pemerintah untuk mengerjakan mobil nasional baru.
Namun, banyak warga Malaysia tidak menanggapi rencana itu secara positif. Umumnya warga ingin pemerintah memperbaiki sistem transportasi publik. Sebagian mengatakan pemerintah seharusnya belajar dari kasus Proton yang gagal mendapat tempat di dalam negeri.
Jajal SUV Terbaru, Mahathir Minta Proton Kembali ke Malaysia
Editor: Anton Suhartono