Dari Es Abadi ke Pusat Konflik Global: Mengapa Greenland Diperebutkan?
Kekayaan inilah yang membuat Greenland tidak lagi dipandang sebagai wilayah terpencil, melainkan sebagai aset strategis bernilai tinggi.
Amerika, Rusia, dan China Berebut Pengaruh
Amerika Serikat menilai penguasaan Greenland penting untuk mencegah meluasnya pengaruh Rusia dan China di Arktik. Trump bahkan secara terbuka menyatakan bahwa jika AS tidak bertindak, maka dua rival utamanya itu akan “mengambil alih” Greenland.
Di sisi lain, Rusia terus memperkuat kehadiran militernya di wilayah Arktik, sementara China, meski bukan negara Arktik—secara agresif menanamkan investasi dan menyebut dirinya sebagai “negara dekat Arktik”.
Persaingan ini menjadikan Greenland sebagai medan tarik-menarik kekuatan global, bukan sekadar isu regional.
Greenland Menolak Jadi Objek Kekuasaan
Di tengah rivalitas tersebut, para pemimpin politik Greenland dengan tegas menyatakan penolakan terhadap segala bentuk aneksasi atau pemaksaan kehendak. Lima partai politik di Greenland sepakat menyuarakan pesan keras: masa depan Greenland harus ditentukan oleh rakyatnya sendiri.