Demo Antipemerintah di Israel Meluas, Waktumu Sudah Habis Netanyahu!

Arif Budiwinarto ยท Minggu, 09 Agustus 2020 - 09:19 WIB
Demo Antipemerintah di Israel Meluas, Waktumu Sudah Habis Netanyahu!

Demonstrasi di Jerusalem menuntut PM Israel, Benjamin Netanyahu segera mundur dari jabatannya (foto: Reuters)

JERUSALEM, iNew.id - Aksi demonstrasi menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terus meluas. Di pusat kota Jerusalem, demonstran "mengingatkan waktu bagi Netanyahu sudah habis".

Gelombang aksi unjuk rasa melanda Israel dalam beberapa pekan terakhir sejak Juli lalu. Demonstran mendesak Netanyahu segera meninggalkan jabatannya serta bertanggung jawab atas sejumlah kasus korupsi.

Demo juga mengkritik kebijakan pemerintah Israel dalam menangani pandemi Covid-19 serta dampak eknonomi yang ditimbulkan. Meski Israel sudah mencairkan bantuan tunai, langkah tersebut dianggap tidak cukup membantu mengatasi tingginya angka pengangguran.

Pada demo yang berlangsung Sabtu (7/8/2020) malam waktu setempat, ribuan orang berkumpul di pusat kota Jerusalem. Mereka mengibarkan bendera Israel serta meneriakan tuntutan pengunduran diri Netanyahu.

Pendemo juga memperingatkan Netanyahu dengan tulisan besar "Waktunya Sudah Habis" yang diproyeksikan ke sebuah gedung. Tulisan itu diyakini sebagai pertanda warga Israel sudah habis kesabaran melihat tindak tanduk Netanyahu di pemerintahan.

Sementara itu, Partai Likud--afiliasi politik Netanyahu--menuding aksi demonstrasi tersebut diinisiasi oleh kelompok sayap kiri serta menyebut media Channel 12 News sebagai saluran yang menyebarkan propaganda anti-pemerintah.

"Netanyahu tengah berusaha membawa ekonomi Israel kembali normal dan memberikan bantuan uang pada warga Israel," demikian pernyataan Partai Likud dikutip dari Reuters, Minggu (8/8/202).

Aksi unjuk rasa meluas sampai ke distrik komersial di kota Tel Aviv. Sepanjang jalan bebas hambatan serta jalan lintas bawah tanah, para demonstran membentangkan bendera hitam sebagai serta membunyikan klakson kendaraan.

Seorang demonstran bernama Yael yang kehilangan pekerjaan di sebuah restoran di Tel Aviv mengatakan bantuan pemerintah pada realitanya tidak cepat turun ke rakyat terdampak.

"Anda mungkin akan berpikir krisis sekali seumur hidup seperti ini akan mendorong Netanyahu untuk bertindak, dan ternyata tidak. Sudah cukup!," ucap Yael.

Israel mulai melonggarkan aturan lockdown sejak akhir Mei lalu, meskipun tingkat penularan Covid-19 masih bertambah. Akan tetapi, langkah tersebut tak cukup berhasil menekan tingkat pengangguran. Sebaliknya, jumlah pengangguran di negara itu naik hingga 21,5 persen.

Editor : Arif Budiwinarto