Demonstran Hong Kong Gelar Aksi Tepat Malam Tahun Baru, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Nathania Riris Michico ยท Rabu, 01 Januari 2020 - 10:05 WIB
Demonstran Hong Kong Gelar Aksi Tepat Malam Tahun Baru, Polisi Tembakkan Gas Air Mata

Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata beberapa menit menjelang 2020 saat pengunjuk rasa pro-demokrasi menggelar protes. (FOTO: AP)

HONG KONG, iNews.id - Polisi Hong Kong menembakkan gas air mata beberapa menit menjelang Tahun Baru 2020, ketika pengunjuk rasa pro-demokrasi menandai tahun baru dengan menggelar demonstrasi tengah malam dan pawai besar-besaran hingga 1 Januari.

Kota ini dihancurkan oleh lebih dari enam bulan kerusuhan yang diikuti jutaan orang, serta konfrontasi, di mana polisi menembakkan gas air mata dan peluru karet. Para pengunjuk rasa pun menanggapi dengan bom bensin.

Sebelum tengah malam pada Selasa (31/12/2019), ribuan pengunjuk rasa berkumpul di seluruh pusat keuangan, termasuk di sepanjang pantai Victoria Harbour dan di hotspot kehidupan malam Lan Kwai Fong.

Para pengunjuk rasa di tepi hitung mundur sambil meneriakkan, "Sepuluh! Sembilan! Bebaskan Hong Kong, revolusi sekarang!"

Mereka berteriak sambil menyalakan telepon hingga membentuk lautan cahaya.

Kerumunan kecil pengunjuk rasa di distrik Mong Kok membakar barikade, sebelum polisi anti huru hara melepaskan tembakan gas air mata pertama di 2020 ebagai tanggapan.

Tidak lama menjelang hari terakhir 2019 berakhir, polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan pengunjuk rasa di daerah yang sama sementara, di lingkungan Pangeran Edward. Petugas menangkap beberapa pengunjuk rasa yang sedang menyalakan lilin.

Sebelumnya pada Selasa malam, ribuan orang membentuk rantai manusia yang membentang bermil-mil di sepanjang jalan-jalan perbelanjaan. Mereka meneriakkan slogan-slogan, menyanyikan "Glory to Hong Kong" -sebuah lagu protes- dan mengangkat poster yang menyerukan orang-orang untuk memperjuangkan demokrasi pada 2020.

"Terima kasih kepada 2019, yang merobek topeng jelek polisi dan pemerintah dan membiarkan orang-orang melihat kebenaran," kata pemrotes, Kris, seorang petugas medis yang bergabung dalam protes.

"Gerakan ini agak seperti kemacetan sekarang. Mudah-mudahan partisipasi besar di pawai besok dapat membawa kembali semangat masyarakat," ujar dia.


Editor : Nathania Riris Michico