Demonstrasi Prancis Rusuh, Presiden Macron: Ada yang Ingin Bikin Kacau
“Kami berjuang karena biaya hidup terlalu tinggi, karena harga bahan bakar terlalu mahal, karena siswa sekolah menengah diserang dan dilukai secara brutal di seluruh negeri hanya karena berusaha memprotes dan meminta lebih banyak guru dan kondisi belajar yang layak,” kata Lola.
Demonstrasi tersebut memperlihatkan besarnya ketidakpuasan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan pelayanan publik. Namun, aksi yang melibatkan ratusan ribu orang itu juga menghadirkan tantangan bagi pemerintah untuk memisahkan penyampaian aspirasi secara damai dari tindakan kriminal.
Gelombang demonstrasi menentang mahalnya biaya hidup juga terjadi di sejumlah negara Eropa lainnya pada hari yang sama, termasuk Belgia, Portugal, dan Italia. Sementara itu, Albania diguncang aksi massa yang menuntut pemberantasan korupsi, peningkatan lapangan kerja, dan perbaikan standar pendidikan.
Editor: Anton Suhartono