Demonstrasi Prancis Rusuh, Presiden Macron: Ada yang Ingin Bikin Kacau
Mereka juga menghancurkan bank, menjarah toko pakaian Lacoste, sejumlah butik lain, serta merampok gerai telepon seluler SFR. Sejumlah kendaraan turut dibakar dalam kerusuhan tersebut.
Di beberapa bagian Paris, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Banyak demonstran, terutama anak muda berpakaian hitam, mengenakan hoodie, masker, dan kacamata untuk melindungi diri dari gas air mata.
Meski demikian, para peserta aksi damai menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam kekerasan. Mereka justru menuding kelompok perusuh menunggangi demonstrasi untuk memicu bentrokan dan melakukan perusakan.
Biaya Hidup Mahal Jadi Pemicu
Di balik kerusuhan tersebut, tingginya biaya hidup dan memburuknya layanan publik menjadi pemicu utama kemarahan masyarakat. Para demonstran membawa spanduk berisi kritik terhadap pemerintah, polisi, Presiden Macron, serta kelompok orang kaya.
Seorang demonstran berusia 19 tahun bernama Lola mengatakan, masyarakat turun ke jalan karena semakin berat menghadapi tekanan ekonomi. Dia juga menyoroti persoalan pendidikan dan kekerasan terhadap pelajar yang berusaha menyampaikan aspirasi.