Deretan Pernyataan Kontroversial Mahathir Mohamad, Singgung Macron dan Holocaust

Rahmi Rizal ยท Kamis, 30 Juni 2022 - 18:32:00 WIB
Deretan Pernyataan Kontroversial Mahathir Mohamad, Singgung Macron dan Holocaust
Mahathir Mohamad (Foto: Reuters)

Oktober 2020

Pernyataan Mahathir Mohamad yang menanggapi sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron juga menuai kontroversi. Hal itu terkait penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad SAW di Prancis. Ketika itu Macron membiarkan gambar kartun Nabi Muhammad di tabloid Charlie Hebdo. Bukan hanya itu, Macron juga menyalahkan Islam terkait tewasnya seorang guru di Prancis.

Pada 29 Oktober 2020, dalam cuitan, Mahathir mengatakan bahwa Muslim memiliki hak untuk marah dan membunuh jutaan orang Prancis atas pembantaian di masa lalu. Selain itu, Mahathir juga mengatakan sikap Macron tidak menunjukkan bahwa dia beradab. 

“Dia sangat primitif dalam menyalahkan agama Islam dan Muslim atas pembunuhan guru sekolah yang menghina itu. Itu tidak sesuai dengan ajaran Islam." 

Twitter kemudian menghapus cuitan Mahathir tersebut.

Oktober 2003

Di suatu kesempatan pada Oktober 2003, menjelang pertemuan para pemimpin APEC di Bangkok, Thailand, Mahathir menyebut orang Yahudi "berhidung bengkok”. Dia juga mengatakan orang Yahudi "memerintah dunia dengan proxy". Dia sekaligus mempertanyakan jumlah orang Yahudi yang terbunuh dalam Holocaust.

Pada 2019, sewaktu berbicara di Forum Pemimpin Dunia di Universitas Columbia, Amerika Serikat, seorang peserta mengonfrontasi Mahathir terkait ucapan kontroversial yang dinilai anti-Semit di masa lalu itu. 

Mahathir memberikan pembelaan, “Mengapa saya tidak bisa mengatakan sesuatu terhadap orang-orang Yahudi ketika banyak orang mengatakan hal-hal buruk tentang saya dan tentang Malaysia dan saya tidak memprotes?” katanya.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda