Ditemukan Tewas, Begini Sosok Wali Kota Seoul Park Won Soon

Anton Suhartono ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 06:29 WIB
Ditemukan Tewas, Begini Sosok Wali Kota Seoul Park Won Soon

Park Won Soon (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Kabar mengejutkan datang dari Korea Selatan. Wali Kota Seoul Park Won Soon ditemukan tewas di pegunungan Jumat (10/7/2020) dini hari setelah sempat hilang sejak sehari sebelumnya.

Pihak berwenang belum bisa memastikan apakah pria 64 tahun itu bunuh diri atau tidak. Berdasarkan pemeriksaan sementara petugas, tidak ada tanda-tanda Park mengakhiri hidup, namun ada indikasi pria itu bunuh diri yakni pesan terakhir yang disampaikan melalui telepon kepada keluarga.

Dilaporkan AFP, Park merupakan politikus ulung dari partai berkuasa Demokrat yang berhaluan tengah-kiri. Dia memimpin daerah yang dihuni seperlima dari total populasi Korsel selama hampir 10 tahun.

Kepiawaiannya mengelola Seoul menjadikannya sebagai sosok kuat calon pengganti Presiden Moon Jae In.

Park memiliki latar belakang yang mirip dengan Moon sebagai aktivis mahasiswa di masa kediktatoran militer lalu menekuni profesi sebagai pengacara hak asasi manusia (HAM).

Dia drop out dari Universitas Nasional Seoul pada 1975, hanya sebulan setelah diterima dari kampus bergengsi itu setelah ambil bagian dalam demonstrasi melawan presiden saat itu Park Chung Hee. Akibat kejadian ini, Park sempat merasakan tinggal di hotel prodeo selama 4 bulan.

Namun saat itu dia menggambarkan tinggal di penjara sebagai masa bahagia dan produktif yang memungkinkannya merumuskan tujuan hidup.

Setelah menyelesaikan studinya, Park masuk ke bidang hukum dan membela banyak aktivis politik pada 1980-an dan 1990-an.

Dia turut menggagas Solidaritas Rakyat untuk Demokrasi Partisipatif, sebuah LSM yang mendorong reformasi setelag para konglomerat mendominasi bisnis di Korsel.

Park juga mendirikan Beautiful Foundation, kelompok filantropi yang mempromosikan pengabdian masyarakat. LSM Itu tumbuh menjadi salah satu organisasi nirlaba terbesar di Korsel dan meluncurkan Toko Cantik, rantai toko amal yang meniru model toko-toko Oxfam di Inggris.

Park dianggap sebagai politikus pemula ketika pertama kali mengikuti pmilihan wali kota Seoul dari jalur independen pada 2011. Meski baru dalam politik, Park mampu mengalahkan Na Kyung Won, anggota parlemen prempuan paling menonjol dari partai konservatif yang berkuasa saat itu.

Dia kemudian bergabung dengan Partai Demokrat dan sejak itu karier politiknya semakin moncer. Tahun ini merupakan periode ketiga dia menjabat wali kota Seoul. Kemenangan terakhir diraih dalam pemilu pada 2018 dengan perolehan lebih dari 50 persen suara.

Gila kerja, itulah ciri yang melekat pada sosok Park. Laporan menyebut beberapa pegawai pemerintah Seoul bunuh diri karena tekanan pekerjaan.

Editor : Anton Suhartono