Dokter di Pusat Wabah Covid-19: Terlalu Lelah, Takut Terinfeksi, Pakai Popok Tiap Hari dan Ketakutan
Risiko yang dihadapi staf medis disorot setelah Li Wenliang, seorang dokter whistleblower di Wuhan, meninggal karena penyakit itu lebih dari sebulan setelah dia pertama kali memeperingatkan soal virus mirip SARS itu.
Kematiannya memicu luapan kesedihan dan kemarahan di media sosial China. Sebanyak 10 akademisi di Wuhan mengedarkan surat terbuka yang menyerukan reformasi politik dan kebebasan berbicara.
Wakil Wali Kota Wuhan mengatakan bahwa kota itu saat ini kekurangan 56.000 masker N95 setiap hari dan 41.000 pakaian pelindung.
"Staf medis dalam pakaian pelindung akan memakai popok, mengurangi berapa banyak air yang mereka minum, dan mengurangi berapa kali mereka menggunakan kamar mandi," kata Jiao Yahui, seorang pejabat tinggi di Komisi Kesehatan Nasional China.
Beberapa dari mereka akan mengenakan pakaian pelindung yang sama selama enam atau bahkan sembilan jam. Padahal pakaian pelindung seharusnya tidak dikenakan lebih dari empat jam di bangsal yang dikarantina.