Eks Bos Nissan Carlos Ghosn Kabur dari Jepang, Turki Tangkap 4 Pilot dan Pejabat Perusahaan Kargo

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 02 Januari 2020 - 22:14 WIB
Eks Bos Nissan Carlos Ghosn Kabur dari Jepang, Turki Tangkap 4 Pilot dan Pejabat Perusahaan Kargo

Mantan bos Nissan Motor Carlos Ghosn ditemani istrinya Carole Ghosn (kanan), tiba di tempat tinggalnya di Tokyo 8 Maret 2019. (FOTO: Reuters)

ISTANBUL, iNews.id - Turki menahan tujuh orang untuk diinterogasi, termasuk empat pilot, terkait bagaimana pengusaha buron Carlos Ghosn berhasil transit melalui Istanbul ketika sedang melarikan diri dari Jepang dalam perjalanan ke Lebanon. Kabar itu dilaporkan kantor berita DHA, Kamis (2/1/2020).

Kementerian dalam negeri Turki sudah membuka penyelidikan terhadap proses pindahnya Ghosn yang tampak jelas dari jet pribadi di Bandara Ataturk Istanbul, Senin (30/12/2019).

Penyelidikan difokuskan pada dua penerbangan, yang pertama Bombardier berlabel TC-TSR yang terbang dari Osaka di Jepang, mendarat di Istanbul pada pukul 05.15 dan diparkir di hanggar.

BACA JUGA:

Kisah Pelarian Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn dari Jepang, Sembunyi di Tas Musik ke Lebanon

Setelah Kabur dari Jepang, Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Dilaporkan Bertemu Presiden Lebanon

Kabur dari Jepang, Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Masuk Lebanon Pakai Paspor Prancis

Lebanon Bantah Kabar Presiden Aoun Sambut Buronan Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn

Yang kedua adalah jet pribadi ke Beirut, Bombardier Challenger 300 TC-RZA, yang tersisa 45 menit kemudian, menurut DHA.

Tujuh orang yang ditahan oleh polisi itu juga termasuk dua personel angkatan darat dan direktur operasi perusahaan kargo swasta, lapor DHA.

Menurut surat kabar Hurriyet, jet pribadi yang menuju ke Beirut itu sebelumnya dimiliki oleh pengusaha Turki-Iran Reza Zarrab, yang dihukum di Amerika Serikat (AS) karena diduga berperan dalam skema menghindari sanksi terhadap Iran atas penjualan emas untuk gas.

Ghosn, mantan bos Nissan, melakukan pelarian dramatis dari Jepang atas kasus kejahatan keuangan termasuk penggelapan pajak.

Editor : Nathania Riris Michico