Setelah Kabur dari Jepang, Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Dilaporkan Bertemu Presiden Lebanon

Anton Suhartono ยท Kamis, 02 Januari 2020 - 10:22 WIB
Setelah Kabur dari Jepang, Mantan Bos Nissan Carlos Ghosn Dilaporkan Bertemu Presiden Lebanon

Petugas keamanan Lebanon berjaga di depan rumah yang disebut-sebut milik Carlos Ghosn (Foto: AFP)

BEIRUT, iNews.id - Mantan bos Nissan, tersangka kasus penggelapan pajak di Jepang, Carlos Ghosn, dilaporkan bertemu dengan Presiden Lebanon Michel Aoun, Rabu (1/1/2020), setelah melakukan pelarian bak film Hollywood.

Pria yang dibebaskan dari tahanan pada April 2019 setelah membayar jaminan itu lolos dari ketatnya penjagaan aparat di Jepang lalu melarikan diri ke Lebanon. Untuk lolos dari pantauan aparat dan kamera pengawas yang bersiaga 24 jam, Ghosn masuk ke tas alat musik milik sebuah grup band yang kemudian membawanya ke bandara.

Perusahaan keamanan swasta disebut-sebut membantu pelarian pria yang memiliki tiga kewarganegaraan, yakni Brasil, Lebanon, dan Prancis, itu.

Seorang sumber mengatakan, Ghosn disambut dengan hangat oleh Presiden Aoun pada Senin (30/12/2019) setelah tiba di Beirut melalui Istanbul, Turki.

Dalam pertemuan itu, lanjut sumber, Ghosn berterima kasih kepada Aoun atas dukungan kepadanya dan sang istri, Carole, selama penahanan. Dia kini membutuhkan perlindungan dan keamanan dari Pemerintah Lebanon.

Sumber itu menambahkan, pelarian Ghosn ke luar Jepang sudah direncanakan lebih dari 3 bulan lalu.

"Ini merupakan operasi sangat profesional dari awal hingga akhir," kata sumber, dikutip dari Reuters, Kamis (2/1/2020).

Pertemuan Aoun dan Ghosn tak disampaikan ke publik secara resmi. Penasihat media kantor kepresidenan membantah kedua pria itu telah bertemu.

Ghosn tidak bisa dihubungi untuk mengomentari soal pertemuan tersebut dan tampaknya akan tutup mulut setelah pelariannya berhasil.

Pernyataan terakhir yang dirilis adalah setelah tiba di Beirut. Ghosn mengatakan dia telah lolos dari ketidakadilan dan penganiayaan politik.

Sementara itu seorang pejabat Lebanon mengatakan pihaknya tidak mengambil tindakan hukum terhadap Ghosn karena dia memasuki negara itu secara legal menggunakan paspor Prancis.

Anehnya, pengacara Ghosn, Junichiro Hironaka, yang tak tahu mengenai pelarian kliennya, mengatakan tiga paspor masih berada di Jepang.

Ghosn pertama kali ditangkap di Tokyo pada November 2018 dan menghadapi empat dakwaan, termasuk menutupi soal pendapatan dan memperkaya diri melalui pembayaran ke diler mobil di Timur Tengah.

Sementara itu Lebanon memberikan dukungan kuat sejak Ghosn ditangkap. Bahkan ada yang memasang iklan di jalanan, menyatakan, "Kita semua Carlos Ghosn".

Editor : Anton Suhartono