Gara-Gara Virus Korona, Kapal Pesiar Angkut 2.200 Orang Ini Ditolak di 5 Negara

Anton Suhartono ยท Selasa, 11 Februari 2020 - 11:00 WIB
Gara-Gara Virus Korona, Kapal Pesiar Angkut 2.200 Orang Ini Ditolak di 5 Negara

MS Westerdam ditolak berlabuh di Thailand (Foto: Facebook)

BANGKOK, iNews.id - Otoritas Thailand menolak kapal pesiar MS Westerdam yang dioperasikan Holland America Line bersandar di pelabuhan dan menurunkan penumpang terkait ancaman virus korona. Langkah ini diambil berdasarkan perintah dari kementerian kesehatan.

Thailand bukan negara pertama yang menolak kapal pesiar milik perusahaan yang berbasis di Miami, Amerika Serikat, itu melainkan yang kelima. Empat negara lain, yakni Taiwan, Guam, Jepang, dan Filipina, menolak lebih dulu dengan alasan yang sama.

"Saya sudah mengeluarkan perintah. Izin berlabuh ditolak," kata Menteri Kesehatan Anutin Charnvirakul, melalui Facebook, seperti dilaporkan kembali Reuters, Selasa (11/2/2020).

Carnival Corp, pemilik perusahaan yang berbasis di Miami, AS, menyatakan, MS Westerdam sedianya merapat di Bangkok pada 13 Februari. Mereka menegaskan tak seorang pun dari penumpang kapal yang terinfeksi virus korona.

"Kapal tidak dalam karantina dan kami tidak punya alasan untuk percaya bahwa kasus virus korona di dalamnya meskipun ada laporan media," bunyi pernyataan.

Laporan media mengungkap, kapal pesiar yang berangkat dari Hong Kong pada 1 Februari 2020 itu membawa 1.455 penumpang dan 802 kru dengan tujuan awal Yokohama, Jepang, namun kapal tak mendapat izin berlabuh.

Belum diketahui apakah kapal akan mengubah haluan setelah adanya penolakan ini.

MS Westerdam merupakan kapal pesiar kesekian yang terdampak wabah virus korona di China. Kapal lain yang mengangkut 3.600 penumpang dan kru, Diamond Princess dikarantina di pelabuhan Yokohama. Hasil pemeriksaan sejauh ini mengungkap, 135 penumpang dinyatakan positif virus korona.

Lalu di Hong Kong, sebanyak 3.600 penumpang dan kru kapal World Dream diperbolehkan keluar pada Minggu (9/2/2020) setelah dikarantina selama 5 hari. Seluruh penumpang dan kru dinyatakan bebas virus setelah otoritas kesehatan setempat memeriksa 1.800 kru, meski tak satu pun penumpang yang dicek.

Editor : Anton Suhartono