Gelar Pesta Pernikahan, 8 Orang Ditangkap Polisi karena Langgar Protokol Covid-19

Ahmad Islamy Jamil ยท Minggu, 20 September 2020 - 12:24 WIB
Gelar Pesta Pernikahan, 8 Orang Ditangkap Polisi karena Langgar Protokol Covid-19

Sejumlah pria UEA menari saat menghadiri acara resepsi pernikahan di Emirat Umm al-Qaiwain pada 14 Juni 2009. (Foto: AFP)

ABU DHABI, iNews.id – Otoritas Uni Emirat Arab (UEA) menangkap delapan orang di beberapa lokasi karena mengadakan pesta pernikahan yang melanggar protokol kesehatan di tengah pandemi virus corona. Selain itu, sejumlah besar tamu yang hadir di pesta pernikahan tersebut bukanlah kerabat tingkat pertama (orang tua, saudara kandung, dan anak-anak) dari tuan rumah.

Media resmi pemerintah UEA, WAM melaporkan, polisi di Abu Dhabi menangkap sejumlah orang dari dua acara pernikahan yang digelar di lokasi berbeda. Sementara, polisi di Ras al-Khaimah mengamankan beberapa orang dari satu acara pernikahan. Mereka yang ditangkap aparat telah diserahkan ke Kantor Penuntutan Krisis dan Darurat (ECPO)—yang berada di bawah naungan kejaksaan setempat.

“Tindakan hukum telah diambil terhadap delapan orang tersebut dan mereka ditahan sembari menunggu penyelidikan,” ungkap ECPO, dikutip dari Alarabiyah, Minggu (20/9/2020).

Kantor itu juga mendesak masyarakat untuk mematuhi semua protokol pencegahan Covid-19, serta undang-undang dan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sebab, setiap pelanggar bakal berhadapan dengan hukum.

Berdasarkan keputusan federal, yaitu Undang-Undang UEA Nomor 2 Tahun 2011, setiap orang yang tidak mematuhi protokol kesehatan dapat dihukum maksimal enam bulan penjara dan denda minimal 100.000 dirham UEA (setara Rp404 juta). “Atau salah satunya ” tulis WAM melaporkan.

Otoritas UEA belum lama ini telah mengumumkan protokol yang mengatur acara dan pertemuan sosial untuk menahan penyebaran virus corona. Dalam protokol itu ditegaskan, untuk acara pernikahan dan acara keluarga lainnya, peserta yang diperbolehkan hadir hanya para kerabat tingkat pertama dari masing-masing keluarga pengantin. Jumlah peserta pun tidak boleh melebihi 10 orang. Setiap peserta juga wajib melakukan tes virus corona 24 jam sebelum acara.

“Menurut protokol itu, prasmanan terbuka tidak diizinkan; direkomendasikan menggunakan peralatan sekali pakai dan cangkir untuk makan dan minum. Sementara, semua permukaan dan area lokasi pesta harus sering dibersihkan. Selain itu, pembersih tangan harus tersedia secara luas di acara-acara,” tulis WAM.

Protokol itu juga meminta setiap pihak penyelenggara acara memastikan orang-orang yang hadir menjaga jarak 2 meter antarsesama; memantau gejala dan menjauhkan diri jika terjadi gejala pernapasan atau demam, serta; menyiapkan ruang isolasi jika terjadi dugaan kasus infeksi Covid-19 di antara hadirin.

Sementara, untuk acara pemakaman, protokol di UEA mewajibkan para petugas kuburan untuk memakai masker wajah; mendisinfeksi alat yang digunakan sebelum dan setelah penguburan; sering mencuci tangan, dan; menggunakan disinfektan mengandung setidaknya 60-80 persen alkohol.

Hanya 10 orang yang diizinkan menghadiri upacara pemakaman. Dua di antaranya bertanggung jawab untuk menggali makam, sedangkan 4—8 orang lainnya kebagian tugas mengusung jenazah.

Editor : Ahmad Islamy Jamil