Gelar Rapat Daring, Elite Politik Taiwan dan Jepang Bersatu Hadapi China
TOKYO, iNews.id – Para elite politik antarpartai yang berkuasa di Taiwan dan Jepang membahas cara menangani tantangan yang meningkat dari China akhir-akhir ini. Mereka juga melihat kemungkinan untuk kerja sama militer antara kedua negara.
Pembicaraan itu berlangsung selama rapat daring pada pekan lalu. Beijing pun mengecam pertemuan itu, menganggapnya sebagai penghinaan terhadap kedaulatan China. Negara komunis itu selalu mengklaim Taiwan sebagai bagian dari Tiongkok.
Walaupun Taiwan dan Jepang tidak memiliki hubungan diplomatik formal, Taipei dan Tokyo memiliki hubungan tidak resmi yang dekat. Kedua negara juga berbagi keprihatinan yang sama tentang China, terutama soal peningkatan aktivitas militer Beijing di dekat wilayah Jepang dan Taiwan.
Rapat virtual yang dihadiri oleh dua anggota parlemen senior masing-masing dari Partai Progresif Demokratik Taiwan (DPP) dan Partai Demokrat Liberal Jepang (LDP), berlangsung selama 1,5 jam. Durasi itu lebih lama dari yang semula direncanakan yaitu hanya satu jam.
China Makin Agresif, Taiwan Siapkan Rp20 Triliun Beli Jet Tempur F-16 Baru
Lo Chih Cheng dan Tsai Shih Ying dari DPP mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada bidang-bidang termasuk produksi semikonduktor, kegiatan militer terdekat China, dan kemungkinan kerja sama tripartit antara Taiwan, Jepang, dan Amerika Serikat.
“Dari perspektif tertentu, pembicaraan hari ini mewakili upaya kedua pemerintah untuk meningkatkan hubungan,” kata Lo.
Taiwan: China Bermimpi untuk Meniru Taliban
“Lebih penting lagi, bahkan jika kedua belah pihak menghadapi kemungkinan tekanan dari China, kedua belah pihak dapat berjanji untuk menyatakan kesediaan mereka yang kuat dan berharap bahwa dialog semacam itu akan berlanjut,” ujarnya.
AS Setujui Potensi Penjualan 40 Meriam Howitzer ke Taiwan, Nilainya Rp10,75 Triliun
Sementara itu, Tsai mengatakan, kerja sama militer juga dibahas dalam pertemuan daring itu. Tetapi karena isunya sangat sensitif, dia tidak dapat mengungkapkan secara perinci ke publik. Kemungkinan kerja sama untuk korps penjaga pantai di kedua belah pihak juga dibahas, katanya.
Masahisa Sato, seorang anggota parlemen yang menjalankan urusan luar negeri LDP, menyebut dialog itu akan membantu menginformasikan pembuatan kebijakan dari partai yang berkuasa di Jepang itu.
China Protes Tayangan Upacara Pembukaan Olimpiade Gara-Gara Peta Taiwan
“Pihak Taiwan mengatakan mereka telah menunggu dan berharap untuk dialog seperti itu diadakan ... (kami berdua) merasa penting untuk mencapai tujuan bersama antara partai-partai yang berkuasa yang dapat mengarah pada kebijakan pemerintah untuk kedua pihak,” ujar Sato.
China, yang tampak mencurigai setiap interaksi resmi antara Taiwan dan pejabat pemerintah asing, mengecam pembicaraan yang dilakukan antara partai penguasa Taiwan dan Jepang pekan lalu itu. Beijing mengatakan, Jepang seharusnya tidak mengirim “sinyal yang salah” tentang kemerdekaan Taiwan.
Namun, Lo menepis keberatan China itu. Menurut dia, pertemuan dengan partai penguasa Jepang hari ini benar-benar diharapkan. “Taiwan memiliki hak untuk mempromosikan hubungan bilateral dan multilateral dengan semua negara,” ucap politikus DPP itu.
Editor: Ahmad Islamy Jamil