Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Nah, Trump Repost Pesan Menlu AS Marco Rubio Bakal Pimpin Kuba
Advertisement . Scroll to see content

Hasil Scan Tunjukkan Para Diplomat AS di Kuba Alami Kelainan Otak

Rabu, 24 Juli 2019 - 11:54:00 WIB
Hasil Scan Tunjukkan Para Diplomat AS di Kuba Alami Kelainan Otak
Kedutaan AS di Havana. (FOTO: YAMIL LAGE / AFP / Getty Images)
Advertisement . Scroll to see content

Dari akhir 2016, diplomat yang ditempatkan di Havana dan beberapa anggota keluarga mereka menderita gejala yang tidak dapat dijelaskan; mulai dari keseimbangan dan vertigo hingga kurangnya koordinasi, gerakan mata yang tidak biasa, kegelisahan, dan gangguan penglihatan.

Amerika Serikat (AS) menarik sebagian besar personel diplomatiknya dari ibu kota Kuba pada September 2017. Menurut Verma, beberapa dari mereka sudah pulih dan kembali bekerja, namun yang lain masih menjalani rehabilitasi.

Pemerintah AS tidak pernah secara terbuka menjelaskan penyebab penyakit misterius itu. AS juga tidak mengonfirmasi atau membantah kemungkinan serangan menggunakan semacam senjata akustik, seperti yang dilaporkan beberapa media AS.

Kuba membantah semua tuduhan itu, yang juga memengaruhi setidaknya 14 warga Kanada. Kanada juga Ottawa menarik kembali sebagian besar diplomatnya dari Havana pada Januari.

Atas permintaan Departemen Luar Negeri, 44 diplomat dan anggota keluarga dikirim dari pertengahan 2017 ke pusat trauma otak UPenn untuk menjalani ujian MRI (magnetic resonance imaging).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut