Hasil Sementara Pemilu Malaysia, Suara Mahathir Lampaui Najib

Anton Suhartono ยท Rabu, 09 Mei 2018 - 22:59:00 WIB
Hasil Sementara Pemilu Malaysia, Suara Mahathir Lampaui Najib
PM Malaysia Najib Razak (kiri) bersaing dengan mantan PM Mahathir Mohammad. (Foto: AFP/scmp)

KUALA LUMPUR, iNews.id - Hasil perolehan sementara kursi parlemen Pemilu Malaysia hingga pukul 22.43 WIB mulai berbalik. Kubu pendukung pemerintah, Barisan Nasional, yang mengusung Najib Razak dikalahkan kelompok oposisi Pakatan Harapan, Mahathir Mohamad, dengan komposisi perolehan kursi parlemen 53:60.

Hasil ini sudah melebih 50 persen dari total kursi yang diperebutkan untuk parlemen pusat yaitu 222. Bahkan Mahathir mengklaim hasil penghitungan internal, pihaknya sudah mengumpulkan 112 kursi parlemen. Ini berarti Pakatan Harapan merebut mayoritas kursi parlemen sekaligus mengantarkan Mahathir sebagai perdana menteri baru Malaysia.

Selain Barisan Nasional dan Pakatan Harapan, ada peserta lain yakni PAS dan independen. Perolehan kursi parlemen cukup menegangkan. Pada pukul 21.30, hasil perolehan yang dipublikasikan The Straits Times secara real time menunjukkan perolehan kursi kedua kubu sama, yakni 49:49.

Najib dan Mahathir sama-sama merebut kursi parlemen dari daerah masing-masing yaitu Pekan dan Langkawi.

Sementara itu calon kuat anggota parlemen dari Barisan Nasional berguguran. Dua presiden partai pendukung Barisan Nasional yang juga menteri serta empat wakil menteri dikalahkan oleh calon-calon dari Pakatan Harapan.

Dua pemimpin Barisan Nasional itu yakni Preside MCA Liow Tiong Lai dan Presiden MIC S Subramaniam.
Sementara empat wakil menteri yang dikalahkan, yakni Razali Ibrahim dari daerah Muar, Chua Tee Yong (Labis), Hamim Samuri (Ledang), dan Nogeh Gumbek (Mas Gading).

Sumber tidak resmi menyebutkan, total pemilih yang sudah menggunakan hak suara mereka sampai pukul 17.00 hanya 70 persen dari 14.449.200 di daftar pemilih tetap. Persentase itu masih di bawah tingkat partisipasi pada pemilu 2013 yang mencapai 84,8 persen.

Hal ini dikarenakan TPS-TPS ditutup pukul 17.00 waktu setempat, meski antrean masih panjang.

Lembaga pemantau pemilu, Bersih, sebelumnya menyerukan kepada warga untuk tetap menuntut hak mereka menyalurkan suara meskipun melebihi pukul 17.00. Pasalnya, keterlambatan bukan kesalahan pemilih, melainkan petugas tempat pemungutan suara (TPS) yang lamban. Antrean panjang terlihat di banyak TPS di seluruh negeri, bahkan sejak pagi.

"Tetaplah dan bersikeras memperjuangkan hak Anda untuk memilih. Bukan salah Anda karena mereka terlalu lambat," bunyi pernyataan Bersih.

Editor : Zen Teguh

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda