Heboh di Selandia Baru, Mahasiswa Meninggal di Asrama tapi Baru Diketahui 2 Bulan Kemudian

Anton Suhartono · Kamis, 26 September 2019 - 14:41:00 WIB
Heboh di Selandia Baru, Mahasiswa Meninggal di Asrama tapi Baru Diketahui 2 Bulan Kemudian
Mahasiswa di Selandia Baru meninggal di asrama, namun baru diketahui 2 bulan kemudian (Ilustrasi, Foto: AFP)

WELLINGTON, iNews.id - Publik Selandia Baru digemparkan dengan kasus meninggalnya seorang mahasiswa Universitas Canterbury, Christchurch. Pasalnya tak ada yang mengetahui kematian pria yang tak disebutkan identitasnya itu sampai 2 bulan setelah kejadian.

Jasadnya ditemukan polisi pada awal pekan ini di kamar asrama setelah ada laporan dari penghuni lain mengenai bau menyengat dari arah kamar korban. Dari pemeriksaan di tempat kejadian diketahui korban sudah meninggal selama 2 bulan.

Kasus ini mengejutkan Negeri Kiwi itu dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana bisa seseorang meninggal dan tidak ada yang mengetahui, bahkan teman asrama dan keluarganya.

Campus Living Villages (CLV), perusahaan Australia yang mengelola asrama Universitas Canterbury, mengatakan, keluarga korban berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.

"Jika ada sesuatu yang perlu diubah dalam cara kami memberikan pelayanan, saya jamin perusahaan akan melakukannya," kata John Schroder, direktur pengelola CLV, dikutip dari Reuters, Kamis (26/9/2019).

"Kami tidak pernah bisa lari dari semua risiko, tetapi kami harus melakukan semua yang mungkin untuk menguranginya," ujarnya, lagi.

Identitas mahasiswa masih dirahasiakan, namun media lokal memastikan mendiang merupakan warga Selandia Baru.

Penyebab kematiannya juga belum bisa dipastikan. Kasus ini ditangani kepolisian untuk diselidiki.

Wakil Rektor Universitas Canterbury Cheryl de la Rey mengatakan kampus berduka atas meninggalnya korban. Dia juga menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga.

Menteri Pendidikan Selandia Baru Chris Hipkins dengan tegas mengatakan kasus ini terjadi karena kegagalan kampus maupun operator.

"Tidak boleh ada mahasiswa yang dibiarkan selama periode itu tanpa pengawasan, tidak diperhatikan ketika mereka tinggal di kos atau asrama," kata Hipkins, kepada Radio New Zealand.

Editor : Anton Suhartono